Selain gerakan 3M Plus, tindakan lain yang sering dilakukan dalam usaha membasmi nyamuk penyebab DBD adalah fogging atau pengasapan.Â
Fogging merupakan tindakan pengasapan dengan menggunakan bahan pestisida yang bertujuan untuk membunuh nyamuk dewasa secara luas.Â
Penggunaan fogging dapat memberikan hasil instan dengan membunuh nyamuk dewasa yang sedang terbang atau bertelur di sekitar area yang terinfeksi.Â
Meskipun fogging efektif dalam membunuh nyamuk dewasa, perlu dicatat bahwa fogging tidak dapat membasmi larva, telur, atau jentik nyamuk yang ada di tempat-tempat penampungan air.
Fogging hanya bisa menjadi solusi sementara dalam pengendalian DBD. Pengasapan ini tidak mengurangi populasi nyamuk secara menyeluruh, karena hanya mengatasi nyamuk dewasa tanpa menyentuh sumber utama berkembang biaknya, yaitu larva dan jentik.Â
Jika fogging dilakukan tanpa diimbangi dengan upaya pencegahan lainnya, seperti 3M Plus, maka potensi munculnya kasus DBD tetap tinggi. Oleh karena itu, fogging perlu dilakukan dalam rangka mendukung upaya pencegahan DBD yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Pentingnya Kolaborasi dan Kesadaran Masyarakat
Untuk meningkatkan efektivitas pencegahan DBD, pemerintah kota perlu bekerjasama dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan lembaga pendidikan, dalam menggerakkan kampanye pencegahan.Â
Sekolah, misalnya, bisa menjadi tempat yang sangat strategis untuk mengedukasi generasi muda tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan langkah-langkah preventif terhadap DBD.Â
Dengan melibatkan siswa dan guru dalam kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), mereka akan lebih mudah memahami cara menjaga lingkungan dari sarang nyamuk, dan ini akan membantu membentuk kebiasaan sehat yang dapat diterapkan di rumah dan di masyarakat.
Upaya pencegahan DBD ini juga membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Masyarakat di tingkat RT/RW perlu diajak untuk bersama-sama melakukan aksi bersih-bersih lingkungan, terutama saat musim hujan datang.Â