Pembangunan trotoar baru seringkali menjadi salah satu upaya pemerintah kota untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan bagi pejalan kaki.Â
Namun, dalam beberapa kasus, proyek ini juga menghadirkan tantangan lingkungan.Â
Dampaknya seperti yang terjadi dengan hilangnya belasan pohon yang telah lama menjadi penyejuk di sepanjang jalur tersebut.
Dalam proyek terbaru pembangunan trotoar, belasan pohon rindang yang sebelumnya menyediakan naungan alami untuk pejalan kaki harus ditebang.Â
Penebangan ini tentu menuai berbagai reaksi, terutama dari masyarakat setempat yang merasakan langsung dampaknya. Seperti yang terjadi di Jalan Tentara Pelajar Salatiga.
Sebelumnya, pohon-pohon tersebut bukan hanya berfungsi sebagai penghijauan kota, tetapi juga memberikan manfaat besar, seperti menurunkan suhu di sekitar area dan menyerap polutan dari udara.
Keluhan Warga Akan Hilangnya Kesejukan dan Kerimbunan
Sejumlah warga mengeluhkan hilangnya kesejukan yang dulu mereka nikmati di sepanjang jalur tersebut.
"Sebelumnya, ketika berjalan di sini, kami merasa nyaman karena pohon-pohon besar ini membuat udara lebih sejuk. Sekarang, rasanya sangat panas dan gersang," ujar salah seorang warga.Â
Banyak pejalan kaki yang terbiasa berlindung di bawah naungan pohon kini harus menahan panas yang lebih intens, terutama pada siang hari.
Selain kesejukan, warga juga merindukan suasana hijau dan rindang yang dulu memberi kenyamanan.