Pembicara lainnya dari salah satu pengusaha kuliner asal Malang, Dias Satria, lebih menekankan pada bagaimana meningkatkan kolaborasi antara UKM dan Konten Kreator, para blogger serta pewarta. Dimana tugas dari  mereka adalah untuk menceritakan produk UKM agar mempunyai value. Sehingga produk menjadi dikenal dan menarik konsumen.
Pemilik Kopi Jago ini juga berbagi pengalaman usahanya dalam memasuki eta ekonomi digital. Menurutnya, teknologi banyak menbantunya dalam banyak hal. Mulai dari point of sales hingga marketing.
Bahkan Dias berpikir, bagaimana produk lokal bisa naik kelas dengan teknologi digital yang sekarang mudah dijangkau oleh siapa saja. Dia mencontohkan, bila pelaku UMKM sekarang banyak memiliki smarphone yang memiliki aplikasi medsos sebagai teknologi digital. "Nah melalui media medsos tersebut produk kita dengan narasi yang keren, bisa dikenal banyak orang. Bukan tidak mungkin konsumen berdatangan," timpalnya.
Pengusaha muda lulusan Australia ini merasa dituntut untuk dinamis mengikuti perkembangan jaman. Dia berharap juga agar para pelaku usaha lainnya juga selalu update pengetahuan mengenai bisnisnya. Sebab selera pasar juga selalu menhalamu perubahan.
Selain itu ada prioritas Dias yakni menjalin kerjasama yang baik dengan pihak pendukung usahanya yang membeti manfaat dan benefit. Salah satunya adalah JNE yang sangat menunjang pengiriman produk kopinya. Menurut pandangannya, sistem pengiriman JNE baik, simple, harga yang kompetitif dan no drama.
JNE Â Mendukung Kemajuan UMKM
Sebagai pihak yang mengirim barang atau jasa ekspedisi, menurut Windiarto, JNE pun kudu siap mengirim barang kemanapun tujuan. Berharap pelaku UKM tidak hanya bermain lokal tapi bisa go internasional. Semua agar bisa menumbuhkan ekonomi kerakyatan.
JNE yang menggandeng Kompasiana dalam acara ini pun mempunyai program "Rumah UMKM". Bekerjasama dengan pemerintah untuk memberi pelatihan, coaching clinic, packaging dan digital marketing. Ini untuk mendukung pelaku UMKM agar semakin berkembang di era ekonomi digital. Demikian diungkap Windhu Abiworo (Kepala JNE Malang).
JNE juga menghadirkan Warehousing Management System yang mampu menangani proses pick up, racking, packing, labeling AWB, ready to shipper, sehingga memudahkan berbagai proses distribusi. Ada juga program "Eksport Lebih Mudah" agar pelaku UMKM Â berani go internasional. Dengan adanya gateway internasional di Surabaya , proses pemgiriman barang keluar negeri semakin mudah dengan produk layanan International Courier dan International Se And Air Cargo.