Mohon tunggu...
Nuty Laraswaty
Nuty Laraswaty Mohon Tunggu... Penulis - Digital Marketer , penulis konten

owner my own law firm,bravoglobalteam founder,trainer network marketing, trading, speaker in radio program( heartline fm - gaya fm) and multiply seminars,mc

Selanjutnya

Tutup

Film

Naga Bonar, Pijar Harapan Pahlawan Indonesia yang Terpinggirkan

31 Agustus 2021   23:11 Diperbarui: 31 Agustus 2021   23:34 486
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Poster NagaBonar , sumber Wikipedia

Naga Bonar adalah salah satu film tahun 1987, yang bertemakan kepahlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia. Pengambilan karakter Naga Bonar dalam dunia film tentunya  tak lepas dari tangan dingin penulis Asrul Sani dan sutradara MT Risyaf, yang mengangkat sosok pahlawan dari Tapanuli.

Ya, walaupun Naga Bonar ini dapat dikatakan karakter imajinatif, namun Asrul Sani terinspirasi pada sosok pahlawan dari Tapanuli (Sumatera) yang dikenal dengan nama tersohornya Timur Pane. 

Timur Pane dapat dikatakan terlupakan dalam sejarah dan nyaris tidak diakui dikarena saat proses kebijakan meleburnya banyak badan-badan perjuangan,sehingga berakibat banyak sekali para pejuang pelawan penjajahan turut terlikuidasi hingga pangkat maupun jabatan publiknya pun terhapuskan. 

Proses kebijakan melebur ini merupakan salah satu langkah politik pemerintahan Hatta, demi mempersatukan langkah dan kedaulatan Republik Indonesia di kurun waktu tahun 1948 an.

Hatta sendiri menyebutkan nama Timur Pane dalam memoar yang berjudul  Mohammad Hatta: Memoir (1979:517) dan menjelaskan bagaimana beliau bertemu hingga memberikan beberapa instruksi kepada Timur Pane dalam menghadapi keadaan di Sumatera.

Alasan dibalik pemilihan Asrul Sani pada Timur Pane pada saat itu, bisa jadi karena ingin membuat sebuah film yang ringan, humoris namun tetap mengetengahkan unsur-unsur patriotik rakyat Indonesia.

Timur Pane yang heroik, namun mau seenaknya sendiri serta memiliki latar belakang yang unik sebelum masa revolusi, dijadikan pula sebagai inspirasi secara kental oleh Asrul Sani menjadi karakter Naga Bonar , hingga akhirnya penggambaran dan alur ceritanya  menghasilkan sebuah film yang tenar pada masanya.

Film Nagabonar sendiri saat ini masih dapat ditonton melalui platform Vidio secara gratis .

Para pemeran dalam film Nagabonar antara lain adalah Deddy Mizwar, Nurul Arifin yang merupakan aktor dan aktris yang memiliki banyak penggemar. 

Kemudian sejalan waktu, dan menjawab rasa kangen para penggemar film Naga Bonar. Dibuatlah sekuelnya dan diberi judul Nagabonar Jadi 2 pada tahun 2007. dengan penulis Musfar Yasin dan disutradarai oleh Deddy Mizwar.

Kembali alur cerita dalam film ini tak jauh-jauh dari genre komedi, dengan para pemeran Deddy Mizwar dan Tora Sudiro sebagai bapak dan anak.

Poster Nagabonar Jadi 2, sumber Wikipedia
Poster Nagabonar Jadi 2, sumber Wikipedia

Film ini sukses menjadi box office dan menjadi bahan perbincangan para penonton baru hingga penggemarnya. Setting waktunya memang pada era setelah kemerdekan dan menyentil para kaum muda yang seolah tiada lagi mau peduli akan rasa nasionalisme. Naga Bonar tetaplah menjadi sosok pahlawan yang bangga akan Indonesia dan ingin agar Indonesia menjadi jaya dalam kondisi politik yang tak menentu. Deddy Mizwar seolah membawa misi agar rakyat Indonesia tidak melupakan jasa-jasa dan pengorbanan pahlawan di masa lalu yang harus melepas nyawa agar Indonesia menjadi negara yang berdaulat.

Pemilihan akan genre komedi bukanlah tanpa alasan, karena hanya genre inilah yang mampu menyentuh penonton saat berbicara mengenai hal-hal yang berbau serta bermuatan sensitif, terkait akan politik, hukum, kekuasaan dan bisnis (baca uang).

Hingga akhirnya, kembali karakter Naga Bonar pun kembali dihidupkan. 

Pada tahun 2019, film Naga Bonar reborn pun ditayangkan dengan tetap mengusung genre komedi, serta setting waktu yang sama seperti film Naga Bonar versi tahun 1987.

Kali ini karakter Naga Bonar diperankan oleh Gading Marten, dengan misi perjuangan demi bangsa dan negara, dengan diberi bumbu drama asmara ala kadarnya.

Film ini sempat menjadi pembicaraan, dikarenakan adanya gugatan dari Deddy Mizwar terkait akan Hak Cipta.

Poster film Naga Bonar Reborn 2019. FOTO/Gempita Tjipta Perkasa
Poster film Naga Bonar Reborn 2019. FOTO/Gempita Tjipta Perkasa
Tiga film mengenai Naga Bonar ini, menimbulkan suatu harapan akan nantinya ada seseorang yang mau juga mengangkat kisah-kisah pahlawan Indonesia yang terpinggirkan. Sebagaimana film Saidjah & Adinda yang merupakan adaptasi novel Max Havelaar yang sempat tayang pada awal tahun 2021, tentunya masih banyak lagi yang dapat digali dan dijadikan alur cerita film dengan membawa unsur budaya dan kultur sosial Indonesia yang beragam namun guyub serta kaya akan makna tersirat pada persatuan dan kesatuan negara Republik Indonesia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun