Orang  bijaksana, mereka mendirikan rumah diatas batu karang, Ketika datang hujan dan angin rumah itu tidak akan rubuh sebab fondasinya sangat kuat yaitu didirikan diatas batu ( Mat. 7:2-27). Fondasi yang kuat menjadi kunci agar rumah tangga tidak roboh. Itulah Impian setiap keluarga.
Tahapan selanjutnya adalah bertunangan. Calon mempelai laki-laki bersama keluarga dan kedua orang tua pergi ke rumah keluarga calon perempuan untuk menyampaikan maksud dan tujuan mereka.Â
Di sini terjalin komunikasi dan keakraban yang sangat indah. Â Penentuan hari dan tanggal pernikah pun menjadi bahan perbincangan melalui momen ini. Acara spesial diantara kedua calon adalah pertukaran cincin dan saling memberi hadiah diantara kedua pasangan.
Menjelang hari pernikahan, konseling pranikah menjadi langkah penting untuk membekali pemahaman kedua calon mempelai. Konseling pranikah penting karena mempersiapkan calon pasangan suami istri masuk ke rumah tangga Kristen sehingga  dalam menjalani kehidupan bersama  mampu menghadapi situasi yang sulit, baik internal maupun eksternal yaitu rumah tangga Kristen yang dibangun atas dasar iman kepada Tuhan Yesus Kristus (https://jurnal.sttsetia.ac.id).Â
Materi yang disampaikan mencakup hubungan serta iman  pribadi dengan Tuhan, masalah kesehatan, keuangan, pekerjaan, serta aspek-aspek lain yang relevan dengan kehidupan rumah tangga.
Mengakhiri proses persiapan, momen bimbingan khusus bagi orang tua dari kedua belah pihak menjadi esensial. Hal ini dilakukan untuk menghindari intervensi yang berlebihan setelah pernikahan, membiarkan pasangan muda mengatur rumah tangganya sendiri.
Konflik dalam rumah tangga sering kali muncul ketika orang tua terlalu mengintervensi. Melalui bimbingan khusus setiap orang mengerti batas-batasnya.Â
Dan jika semua pihak mengetahui batas yang telah ditetapkan maka, orang tua hanya menjadi motivator, membimbing dan mengarhakan kedua calon mempelai saat diterpa badai rumah tangga.Â
Bukan lagi menjadi orang tua pengambil Keputusan. Keputusan ada di tangan kedua calon yang telah menikah.
Proses bimbingan khusus bagi orang tua diakhiri dengan doa bersama, memohon tuntunan Tuhan atas pernikahan kedua mempelai. Doa ini menjadi penutup yang penuh harap, agar langkah mereka dalam membangun rumah tangga baru dilimpahkan dengan berkat dan tuntunan tangan Tuhan sendiri.Â