Kolam kedua memiliki suhu air yang sedikit lebih panas, memberikan sensasi meresap yang menyegarkan. Hal ini terbukti banyak orang dewasa sedang duduk berkerumun dan ada yang sudah siap merendamkan badan ditengah  air kolam itu.
 Sementara kolam ketiga, dengan air paling panas, menjadi tempat favorit bagi mereka yang mencari kehangatan ekstra. Suasana ramai dipenuhi musik dangdut yang mengiringi kegembiraan pengunjung yang menikmati mandi air panas.Â
Pancuran air melalui pipa sementara mengalir derasnya memenuhi kolam itu dan tidak semua orang bisa mengulurkan tangan secara langsung menyambut derasnya air panas itu. Saya sebagai pengunjung pun tidak berani mengambil resiko.Â
Diatas kolam itu terlihat beberapa orang lansia sudah duduk diatas kolam dan merendam telapak kaki, diangkat lagi, tetapi ada yang bisa masukan badannya berendam sampai air menutupi lehernya.Â
Hal ini sangat menarik perhatian, bahkan sekali ada yang berenang ditengah air yang sangat panas itu.
Hal ini  sangat menyita perhatian saya. Ketika berbincang dengan salah seorang pengunjung, Bapak Lastina, yang berasal dari kabupaten Namrole pulau Buru, mengungkapkan bahwa berendam sambil membenamkan diri di kolam paling panas membantu meredakan kelelahan dan sakit-fisik pengaruh sebagai seorang pekerja keras di kebun.Â
Melalui merendam di air panas, semuanya sakita nya terasa lebih ringan dari sebelumnya. Â Kulit tubuh yang gatal-gatal merasa ringan setelah merendam di air panas itu. Beberapa orang tua juga terlihat menikmati keunikan air panas Hatuasa -Tulehu untuk menyembuhkan berbagai keluhan fisik.
Selain keindahan alamnya, Tulehu juga dikelilingi oleh pedagang kecil yang menjual berbagai cemilan seperti :gorengan, krepek pisang,krepek keladi, rujak, teh hanyat dan berbagai cemilan dengan harga yang terjangkau.Â