Unsur ini juga meliputi benda apa saja yang dibutuhkan dalam setiap scene, baik kebutuhan dalam layar maupun di belakang layar.
Dalam scene dinner keluarga, otomatis scene ini membutuhkan sebuah ruang makan keluarga, set meja makan, seperangkat alat makan, makanan siap saji, dan berbagai asesoris yang lazim dalam sebuah ruang makan, dan lain sebagainya.
Dalam scene belanja di pasar, tentu membutuhkan ruang/setting sebuah pasar, alat-alat perdagangan, timbangan, rak, dll yang mendukung suasana sebuah pasar.
Dalam unsur ini perlu juga kecermatan bagian continuity, agar setiap adegan atau pun scene menjadi alur cerita yang benar.
b. Visualisasi gambar
Unsur ini lebih kepada visualisasi gambar yang akan di tampilkan dalam setiap scene. Peran Director Of Photography (DOP) dibutuhkan secerdas mungkin menterjemahkan dan mentransformasikan kemauan sutradara ke dalam bentuk visual.
Unsur ini bisa meliputi jenis alat yang akan digunakan, baik Kamera, Lensa dan lighting (lampu) yang dibutuhkan. Termasuk jumlah shot yang diambil dalam sebuah scene, engle (sudut) pengambilan gambar dan unsur-u sur lain yang terkait dengan visual. Dalam hal ini seorang DOP harus pintar dalam memaknai simbol apa visual apa yang akan dipakai dalam visualisasi gambar.
Dalam bedah naskah ini kiranya perlu juga andil seorang editor dalam rencana editing yang akan dikerjakan sebagai sebuah finalisasi visual. Perlu tidaknya animasi, atau trik-trik khusus dalam pengambilan gambar perlu dibahas antara DOP, editor, sound designer dan Sutradara. Sehingga akan menghasilkan visualisasi gambar yang fixed dan sesuai yang diinginkan sutradara.
c. Sound effect dan ilustrasi
Peran audio dalam sebuah film sangat krusial. Coba bayangkan sebuah film horor tanpa ada effect audio yang menyeramkan. Pasti tak akan terasa sebuah film horor, bahkan penonton akan merasa datar-datar saja, dan feel-nya tak masuk dalam ruang dan suasana horor.
Maka dalam bedah naskah, perlu deskripsi dan diskusi antara sutradara dengan Sound Designer, agar feel penonton akan terbawa pada suasana yang diharapkan oleh sutradara.
6. Recce & Survey Lokasi
Recce dalam beberapa istilah yang saya baca adalah mencari lokasi yang cocok untuk produksi film (shooting) terkait dengan hal-hal teknis lainnya. Misalnya dengan kebutuhan lampu, dan alat serta properti lainnya.