Apa yang terlintas saat mendengar kata proyek?
Mungkin di benak kita sudah terbayang sebuah pembangunan jalan raya, infrastruktur bangunan, atau penggalian tanah di sebuah lokasi. Semuanya ini pasti memerlukan: perencanaan yang matang, biaya yang besar, banyak peralatan berat, sumber daya, organisasi, serta tenaga ahli yang bertugas untuk merancang proyek dalam sebuah, katakan proposal atau cetak biru, sehingga proyek tersebut dapat dimulai dan diselesaikan sepenuhnya. Kita akan memerlukan sebuah sistem yang dapat membantu kita dalam melihat keperluan diatas. Maka, dikembangkan sebuah disiplin ilmu yang menangani dan mengatur terkait keperluan tersebut, dan keilmuan tersebut adalah Manajemen Proyek.Â
Manajemen proyek adalah sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk mencapai tujuan proyek. Orang yang mendalami atau profesional dalam bidang ini disebut sebagai manajer proyek atau project manager.
Seorang manajer proyek memiliki tanggung jawab atas perencanaan, pengadaan, dan pelaksanaan proyek, dalam setiap usaha yang memiliki ruang lingkup yang ditentukan, awal yang ditentukan dan penyelesaian yang jelas; terlepas dari industri. Manajer proyek adalah titik kontak pertama untuk setiap masalah atau perbedaan yang timbul dari dalam kepala berbagai departemen dalam suatu organisasi sebelum masalah meningkat ke otoritas yang lebih tinggi, sebagai perwakilan proyek.
Apa saja yang dapat dikatakan sebagai proyek?
Seperti halnya proyek pembangunan sebuah gedung, proyek penggalian tanah, proyek penggalangan dana atau proyek lainnya. Sebuah proyek diartikan sebagai suatu kegiatan yang bersifat sementara atau dalam rentang waktu spesifik, yang telah ditetapkan awal pekerjaannya dan waktu selesainya, biasanya dibatasi oleh waktu dan sumber pendanaan, untuk mencapai tujuan dan hasil yang spesifik dan unik,dan pada umumnya untuk menghasilkan sebuah perubahan yang bermanfaat atau yang mempunyai nilai tambah.
Proyek berisikan kumpulan aktivitas yang bersifat unik, kompleks, dan berhubungan satu sama lain dimana semua aktivitas memiliki satu tujuan dan harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu. Output dari satu aktivitas dalam proyek akan menjadi input aktivitas lain. Beberapa proyek sekaligus dapat memiliki tujuan dan visi yang sama sehingga dinamakan sebagai Program. Katakan jika programnya adalah program kesejahteraan masyarakat, proyeknya adalah yang lebih spesifik dari program tersebut, seperti: proyek penggalangan dana untuk masyarakat lansia, proyek imunisasi di sekolah dasar, dan sejenisnya.
Secara umum, proyek memiliki 5 (lima) constraints atau batasan berikut.
1. Scope (Cakupan)
Yaitu pernyataan yang mendefinisikan batas-batas proyek. Memberitahu apa yang akan dilakukan tetapi juga apa yang tidak akan dilakukan. Cakupan sebuah proyek dapat berubah kapanpun karena pengerjaan proyek tetap dilakukan di lapangan sehingga banyak faktor tidak terprediksi. tetapi itu akan berubah. Disini, tugas seorang manajer proyek adalah mendeteksi perubahan itu dan memutuskan solusi untuk mengakomodasi itu dalam rencana proyek.
2. Quality (Kualitas)