Semua Bisa Pintar! Adalah bagian dari penelitian pada siswa tingkat SMP di beberapa provinsi di Indonesiayang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan dukungan dari peneliti Bank Dunia.
Program ini telah dilakukan sebelumnya di berbagai negara, dan telah terbukti sukses meningkatkan hasil capaian siswa, termasuk nilai Ujian Nasionl (UN).
Tujuan kegiatan ini adalah untuk membantu murid agar memahami konsep bahwa kecerdasan dapat berkembang melalui latihan: semakin banyak kita melatih otak, semakin kuat otak kita, dan mengubah persepsi mereka mengenai kecerdasan. Untuk menyampaikan pesan bahwa kecerdasan dapat berkembang (growth mindset). Kegiatan ini menggabungkan beberapa metode pengajaran, seperti membaca komik yang menarik, diskusi dengan kelompok dan diskusi seluruh kelas, serta aktivitas-aktivitas lainnya.

Sesi 1, anak didik membaca 2 komik yang masing-masing komik diberi waktu 15 menit untuk membaca. Komik 1 berjudul “Otak Itu Seperti Otot” dengan pesan kunci: Otak itu seperti otot, dan harus sering dilatih agar semakin kuat dan tidak ada yang lahir bodoh atau pintar. Semua orang dapat melatih otaknya untuk menjadi pintar, melalui usaha yang cukup. Komik 2 berjudul “Belajar dari Kegagalan” dengan pesan kunci: Kamu bertambah pintar dengan terus mencoba lagi, kamu bertambah pintar dengan tidak takut salah atau gagal, dan belajar dari kesalahan dapat menumbuhkan otakmu.




Siswa paham bahwa tidak seharusnya takut bertanya dan menganggap jika bertanya kita tergolong anak yang bodoh karena bertanya adalah bagian dari belajar. Selain itu siswa juga menjadi lebih menyukai tantangan karena dengan tantangan menjadikan mereka lebih pintar karena kegiatan yang menantang akan menstimulasi otak dan otak akan terus bertumbuh.

Yell-Yell 1
Semua orang … (gerakan: menunjuk semua orang)
bisa pintar. (gerakan: mengacungkan jempol)
Otak itu … (gerakan: menunjuk kepala)
seperti otot. (gerakan: menunjuk kepada otot lengan)
Harus dilatih … (gerakan: menirukan angkat beban)
Agar tambah kuat! (gerakan: menegangkan otot seperti binaragawan)
Kalau gagal? (gerakan: jongkok)
Coba lagi! (gerakan: berdiri dan mengangkat kedua tangan)
Yell-Yell 2
Kalau bingung? (gerakan: tangan memegang kepala, wajah bingung)
Ya bertanya! (gerakan: mengangkat tangan kanan)
Yell-Yell 3
Tantangan? (gerakan: tangan mengepal di dada)
Harus suka! (gerakan: jari menunjuk ke depan)
Surabaya, 7 April 2017
Siti Nur Hasanah
Sumber Gambar: Dok.Pri.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI