Mohon tunggu...
Nurdin
Nurdin Mohon Tunggu... Guru - Guru Sejarah

sebagai guru sejarah dan sosiologi di SMA di kota Bandung tentu saja perlu berwawasan luas,karenanya saya selalu suka membaca dan menulis untuk memperluas wawasan yang masih sempit ini.

Selanjutnya

Tutup

Politik

SBY:Strategi Curhatisasi Tidak Menyurutkan Aksi Protes Kenaikan BBM !

20 Maret 2012   06:27 Diperbarui: 25 Juni 2015   07:43 152
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Politik pencitraan yang di warnai strategi curhatisasi yang di lamncarkan SBY setiap menghadapi berbagai masalah karena kebijakannya sendiri itu,kelihatannya sampai sekarang belum bisa menyurutkan aksi -aksi protes kenaikan harga BBM .Bahkan aksi--aksi protes kenaikan BBM tersebut mulai merambah keberbagai daerah ,yang di ikuti oleh berbagai kelompok  kelompok masyarakat.

Berbagai aksi protes itu sekarang tidak hanya di monopoli oleh mahasiswa dari kampous-kampus tertentu saja,tetapi mulai meluas dan merata di seluruh wilayah Indonesia.Bahkan rakyat juga sudah mulai turut serta dalam bnerbagai aksi-aksi protes kenaikan BBM itu,meskipun rejim SBY sudah coba meredamnya dengan iming-iming BLSM(Bantuan Lansung Sementara Masyarakat)sebesar Rp 150.000 perbula selama sembilan bulan kedepan.Dan mulai bulan kesepuluh apa yang bisa di dapatkan oleh rakyat ?  sekarang saja berbagai kebutuhan hajat hidup rakyat sudah membungbung tinggi harganya,meskipun uang Rp.150.000  yang tidak cukup itu belum diterima.

Mengapa politik pencitraan dan strategi curhatisasi jualan SBY mulai tidak laris manis lagi,selain oleh para kader Partai Demokrat partainya sendiri yang tidak ada alternatif lain kecuali melahapnya mentah-mentah  demi kepentingan partai mereka sendiri.Bagi para kader Demokrat ,apa yang dilakukannya itu bisa dianggap wajar bagi mereka dalam konteks menyelamatkan aset yang sangat berharga bagi mereka sendiri.

Oleh karena itu maka berbagai tuduhan dilancarkan kepada berbagai kelompok lainnya yang menentang kebijakan SBY Ketua Dewan Pembina mereka,dengan tudingan bahwa terdapat gerakan-gerakan yang akan melakukan makar terhadap rejim SBY sebagaimana dikemukan oleh Menkopolhukam Djoko Suyanto dan di ulangi lagi oleh Anas Urbaningrum Ketua Umum Partai Demokrat sendiri.

Untuk menguatkannya statement serupa juga dilontarkan oleh SBY sendiri,bahwa terdapat gerakan-gerakan aneh yang hendak melengserkannya dari kursi kepresidenan.Sementara para pembantunya dalam kabinet Indonesia bersatu jilid dua kocokan  juga tidak tinggal diam,yang terus menggalang kekompakan sesama mereka untuk mengambil tindakan tegas terhadap aksi-aksi protes kenaikan BBM bersubsidi tersebut.

Dalam konteks ini  sudah di adakan pertemuan di Cilangkap secara tertutup yang mengagendakan masalah-dan cara yang efektif untuk meredam aksi-aksi protes yang semakin meluas itu.Selamnjutnya pertemuan sejenis diadakan di kediaman SBY sendiri di puri Cikeas Bogo,yang di hadiri oleh para ketua umum Parpol yang tergabung dalam kabinet koalisi atau setgab pimpinan Susilo Bambang Yudoyono (SBY )tersebut.

Untuk meredam mahasiswa Mendikbud,Muhammad.Nuh memanggil semua rektor perguruan Tinggi Negeri(PTN) untuk mendorong mereka supaya menanggulangi  mahasiswa di kampus mereka masing-masing , dengan suatu iming-iming akan diberikan suatu insentif yang kononnya wisata keluar negeri.Tentang wisata tersebut memang dibantah oleh M.Nuh,tetapi hal itu bukannya sesuatu yang mustahil cuma istilahnya saja kemungkinan agak berbeda namun demikian tujuannya sama.

Kampus-kampus perlu dikuasai,karena mahasiswa sejak dahulu memang merupakan pioner bagi sebuah perubahan sosial .Karena aksi-aksi dan gerakan dari mahasiswa tersebut sangat di takuti oleh rejim- rejim manapun termasuk rejim SBY ini,maka untuk mengaman kekuasaannya SBY dan kabinetnya berupaya secara maksimal untuk mengendalikan mahasiswa yang sekarang terkesan kurang kompak karena masalah internal mereka sendiri  sebagai ekses dari politik bisnis pendidikan yang dijalankan rejim ini.

Sekiranya mahasiswa belum bisa mengentaskan masalah internal mereka sendiri,selama itu pula rejim yang bagaimana tidak pro rakyat akan bisa bernafas lega dan bisa terus melaksanakan kebijakan kebijakan yang pro neo liberalismenya .Namun demikian kelihatannya mahasiswa di berbagai kampus mulai bersatu karena menghadapi "musuh bersama" kenaikan BBM yang akan berdampak negatif pula bagi aktifitas perkuliahan mereka kedepan di kampus-kampus itu.Nah,bersatulah mahasiswa dan rakyat untuk menyelamatkan NKRI.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun