Mohon tunggu...
Nugroho Endepe
Nugroho Endepe Mohon Tunggu... Konsultan - Edukasi literasi tanpa henti. Semoga Allah meridhoi. Bacalah. Tulislah.
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Katakanlah “Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?” (67:30) Tulisan boleh dikutip dengan sitasi (mencantumkan sumbernya). 1) Psikologi 2) Hukum 3) Manajemen 4) Sosial Humaniora 5) Liputan Bebas

Selanjutnya

Tutup

Joglosemar Pilihan

Klitih Bibit Kriminalitas Remaja atau Ada Sesuatu?

9 Maret 2023   17:27 Diperbarui: 9 Maret 2023   17:36 331
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sempat mengemuka (foto: https://www.starjogja.com/2020/02/03/antisipasi-aksi-klithih-ala-panewu-nanggulan/)

KLITHIH, BENIH KRIMINALITAS REMAJA ATAU SEKEDAR EKSPRESI PASCA PANDEMIK?  

Yogya berhati nyaman. Demikian slogan yang popular. Bersih sehat dan nyaman, artinya demikian. Namun pernah ada plesedan tidak sengaja, bahwa Yogya Berhati Nyaman artinya adalah "Ya kalau berhati-hati ya nyaman". Begitu candaan tukang becak, ketika ditanya wisatawan Nusantara (Wisnu) pada periode tahun 1990-an.

Semenjak fenomena Klithih, seakan-akan Yogya menjadi rawan kejahatan dan kriminalitas yang ternyata pelakunya remaja. Sempat rame dan viral, dan apparat dibuat terkesan bodoh karena hawong gitu saja kok gak bisa mengatasi, keduluan wartawan-wartawan dan netijen memviralkan sehingga citra Yogya tidak baik.


PENGERTIAN KLITHIH

Seingat saya, klithah klithih artinya wira wiri kurang kerjaan, atau sedang mencari sesuatu tapi agak bingung. Setelah boming klithih di seputaran tahun 2020-2022-an, Klitih atau yang memiliki kepanjangan Kliling Golek Getih, dan ini saya temukan di Wikipedia.

Ya kalau jaman dulu, kondisi ini biasanya akan dipisuhi dengan mengatakan lha kui kok asu hawong dolindolin kok diarani arep kerengan.

Namun kenyataan di lapangan, klithih menjadi  salah satu fenomena kejahatan jalanan yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Umumnya, pelaku klitih adalah pelajar remaja.

Apa yg dimaksud dengan klitih?

Pertama-tama, kata klitih berasal dari bahasa Jawa yang berarti aktivitas untuk mencari angin di luar rumah. YA artinya gur mlaku-mlaku atau riwa riwi mencari angina. Alias panji klanthung atau pengangguran, atas siswa yang buneg di kamar lantas keklithihan sambil motoran santai.

Kalau Pasar Klitikan Yogyakarta di daerah Kuncen, yang diartikan sebagai aktivitas santai sambil mencari barang bekas yang dalam bahasa Jawa berarti "klitikan".

Dampak negatif dari maraknya aksi klitih di kalangan pelajar adalah timbulnya keresahan dalam masyarakat, ketakutan dari orangtua kepada anak-anaknya, citra sekolah dinilai buruk oleh masyarakat serta memumculkan sifat tidak berani bertanggungjawab di kalangan pelaku yang dapat mempengaruhi teman yang lain.

Dulu klithih ini ya semacam gank remaja, atau gank motor, yang pernah beken antara lain;

Jokzin, yang singkatannya bisa Joko ZInthink, bisa juga Pojok Bensin, tempat mangkal mereka.Base camp di seputaran pojok beteng wetan Yogyakarta.

Qzr, atau Qizruh, juga gang yang base camp di seputaran jalan Solo Yogya.

TRB, Trah Bantul, sekitar gedong kuning dan sekitarnya.

Klitih muncul jam berapa?

Menanggapi klitih, Humas Polda DIY pernah mengatakan bahwa sebenarnya kejahatan bisa terjadi kapan saja, tetapi kebanyakan terjadi di malam hari. "Kejahatan biasanya terjadi di saat malam hari hari di atas jam 22.00 WIB," demikian info dari Kahumas Polda DIY ketika itu.

Pertanyaannya, lha kok ya tidak segera ditindak, dan malah sempat mewarnai warta tentang Yogyakarta?

Saat ini sporadic muncul para klithih dengan senjata tajam, tujuannya Cuma iseng melampiaskan agresivitas kepada orang lain.

Kalau saya jadi kepala polisi, dalam kedipan mata maka semua itu akan mudah ditumpas dan ditindak.

Sayangnya, beritanya dibuat semakin menarik dan diviralkan sehingga malah ada yang bisa jadi malah tertarik untuk membuat keonaran suaya vira.

Klithi harus diatasi dengan tuntas bukan sekedar diberitakan. (*)

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Joglosemar Selengkapnya
Lihat Joglosemar Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun