Malam itu bulan bersembunyi.
Tak secuilpun wajah, binar, dan sinarnya terpancar berseri
Sang lelaki membuka jendela dan hendak mengajukan pertanyaan pada sang bulan tentang misteri ini. Adakah luka hati sang rembulan hingga ia berindak seperti ini?
Sang rembulan diam membisu, ia hanya menitipkan pesan pada burung-burung sriti yang terbang kian-kemari. Kegelisahan burung sriti seperti hendak bercerita pada sang lelaki bahwa Januari akan segera diakhiri. Akan segera pamit pergi. Padahal ada banyak yang mengalami sukacita di bulan Januari.
Sang lelaki mengerti. Tetapi bagi dia berlalunya Januari justru meringankan hati. Banyak beban dan luka hati di Januari.
Lalu ia bergumam biarlah bulan sendiri dan mereka yang gembira di Januari yang  bersedih hati. Ia punya haknya sendiri untuk gembira dengan akan berlalunya Januari.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI