Mohon tunggu...
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi Mohon Tunggu... Seniman - Avonturir

Gelandangan virtual

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

[Miss You] "Minus Malum"

5 Desember 2018   15:26 Diperbarui: 5 Desember 2018   15:42 477
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Repetisi kekacauan akibat kode-kode hilang yang mengganggu pintu kesadaran.

Dengan kecepatan cahaya, Nebula mendekat, menelusuri jaringan kode dua perempuan yang bersinggungan dengan Geni. Penglihatannya meliuk di tengah ruang hampa dengan barisan angka biner yang berpendaran.

Mundur, Nebula! Suara Aquila terdengar jauh.

Debur ombak melintas pada pendengaran Nebula yang bekerja di luar program. Penglihatannya juga mengalami sedikit guncangan. Buram. Nebula paham, sesuatu yang tidak beres tengah terjadi di laboratorium.

Ia tidak peduli.

Selepas "gempa" reda, Nebula menelusup dalam persilangan cakra tiga tokoh yang jadi masalah. Bergegas memecah, mencari, dan menjalankan simulasi.

Nebula, berhenti! Terdengar kembali suara Aquila. Intonasinya penuh kemarahan, sekaligus kepanikan.

Terlambat.

Alternatif realita tergambar di sebuah bidang datar. Berisi rencana besar Bulan Sabit Perak, dan upaya OZ memberangus mereka. Tidak ... lebih tepatnya, menyadarkan.

Lily, Elfat, dan Geni. Di antara mereka, ada satu kunci untuk mengembalikan kewarasan para perempuan.

Bulan Sabit Perak salah menyangka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun