Sabo atau dam Kali Apu berada di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Ini tampilan Sabo pada bulan September 2013. Mari simak gambar berikut. Unit bangunan mencakup area pengendapan, tanggul penghadang dan jalan luapan banjir. Dibuat bertingkat untuk meredam energi gerak perusak.
Sabo atau dam dengan konstruksi kuat sebagai penahan dan pengendali aliran lahar dingin. Batu besar dihadang, material lain dilalukan lubang (tanda panah), jalan luapan banjir difungsikan sebagai jembatan.
Dam Kali Apu adalah bagian dari infrastruktur pengendalian lahar hujan Gunung Merapi, dengan fungsi sebagai penahan sedimen maupun pengarah aliran. Dam untuk mengantisipasi bahaya banjir lahar akibat jutaan meter kubik material letusan di daerah puncak yang turun gunung bersama air hujan.
Letusan Merapi 2010 menyemburkan material yang kelak menjadi berkah tanah subur dan pasir. Sebanyak 150 juta meter kubik material di puncak gunung yang siap menjadi lahar hujan dengan segala konsekuensinya.
Lahar gunung berapi adalah material vulkanik terdiri dari campuran batu, kerikil, pasir, debu yang jika bercampur teraduk dengan air hujan menjadi semacam bubur pekat. Sifat sangat lekat ibaratnya mampu mengangkat batu sebesar gajah bunting 'berlayar' di lautan pasir.
Berat jenisnya mencapai 2 ton/meter kubik. sebagai pembanding berat jenis air 1, campuran beton 2.4 ton/meter, meluncur sangat cepat mencapai 60 km/jam. Energi potensial gravitasi menjadi energi gerak dengan daya perusak hebat.
Mengantisipasi aliran lahar tersebut dibangun dam Kali Apu sebanyak 5 buah dengan kapasitas hadang 650 000 meter kubik. Pembangunan dam disini sebagai konsekuensi logis upaya meminimalkan dampak bahaya banjir lahar hujan.
Kekuatan alam luar biasa. Hanya dalam hitungan bulan, dari September 2013, berkunjung Kembali Juni 2014, tampilan sangat berubah. Aliran lahar dingin memenuhi area pengendapan. Masa pasir hampir setinggi jembatan dan memerlukan pengerukan segera.