Aktivitas anti mikroba yang terdapat pada ekstrak stevia terbukti efektif dapat membunuh beberapa spesies bakteri dan jamur. Kandungan polifenol pada ekstrak stevia juga dapat bersifat sebagai antioksidan.Â
Aktivitas anti tumor ekstrak stevia diuji secara in vitro (di laboratorium, dengan menggunakan sel kanker serviks, sel kanker kolon dan sel kanker pankreas) pada tahun 2016 dan menunjukkan ekstrak stevia dapat membunuh ketiga sel kanker tersebut.Â
Stevia juga dapat mencegah terjadinya gigi berlubang karena tidak mengandung karbohidrat sederhana seperti sukrosa yang dapat terfermentasi dalam rongga mulut dan menghasilkan asam yang bisa melubangi gigi serta melalui aktivitas anti mikrobanya.
Walaupun dalam 20 tahun belum ada efek samping yang dilaporkan mengenai penggunaan stevia secara besar-besaran di Jepang, manfaat-manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari konsumsi stevia maupun ekstrak stevia masih perlu diteliti lebih lanjut untuk memastikan keamanannya untuk konsumsi manusia, mengingat penelitian uji klinis stevia pada manusia belum terlalu ekstensif.
Sumber :
Ahmad, J., Khan, I., Blundell, R., Azzopardi, J. and Mahomoodally, M.F. 2020. Stevia rebaudiana Bertoni. : An Updated Review of its Health Benefits, Industrial Applications and Safety. Trends in Food Science & Technology (100) : 177-189.
Fry, JC. 2012. Natural Low-calorie Sweeteners. Natural Food Additives, Ingredients and Flavorings. Woodhead Publishing. Cambridge. UK.
Gerwig, G.J., te Poele E.M., Dijkuhuizen, L. and Kamerling, J.p. 2016. Stevia Glycosides. Advances in Carbohydrate Chemistry and Biochemistry. Academic Press. Elsevier.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H