Begitu dicek oleh pak tukang, ternyata kebocoran berasal dari sambungan pipa. Pak tukang pun bekerja sama dengan keneknya memperbaiki pipa tersebut. Mereka coba memberi tambahan lem pipa, sekaligus memberi lapisan rahasia pada lantai kamar mandi atas. Berharap salah satu cara tersebut berhasil.
Sementara plafon sengaja tidak ditutup dulu agar dapat dikontrol setelah perbaikan tadi. Namun hasilnya masih tetap bocor. Dari pengamatan kami, air masih kerap menetes dari sambungan pipa tadi. Akhirnya pak tukang kembali lagi tanpa membawa kenek, karena keneknya sedang liburan. Pipa lama pun dicopot dan diganti dengan sambungan pipa baru.
Dan hasilnya memang sudah tidak bocor lagi. Tapi, sampai sekarang pak tukang belum kembali juga untuk menutup plafonnya. Sibuk katanya, sedang banyak pekerjaan di tempat lain. Ya, beginilah risikonya jika berhubungan dengan tukang. Sebagai pengguna jasanya, kita yang harus bersabar menunggu kedatangan mereka.
Mengapa tidak mencari tukang yang lain? Biasanya, kalau sudah klik dengan satu tukang, kita ngga gampang untuk pindah ke lain hati. Takut pekerjaannya tidak sebaik dan serapi tukang yang biasa kita pakai.
Nah, untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan di rumah, penghuni rumah biasanya juga tidak bisa buru-buru panggil tukang. Kalau budget-nya belum ada, bagaimana mau bayar tukang? Mau pakai dana sendiri atau dana pinjaman, intinya budget harus ada.
Apalagi jika perbaikan tersebut membutuhkan pembelian beberapa jenis material baru. Tentu saja, budget perbaikan ini harus disiapkan dulu sebelum yakin untuk memanggil tukang.
Namun dalam kondisi urgent, memanggil tukang adalah solusi terbaik. Seperti kejadian konyol yang pernah keluarga kami alami bulan lalu. Kami harus terkunci di dalam pagar karena gembok yang rusak. Itu baru ketahuan sekitar jam 10 malam saat mau menerima pesanan grab food, ternyata gemboknya tidak bisa dibuka.
Posisi kunci sudah terbuka ke kanan, tapi batang gembok tidak bisa ditarik. Kami yang di rumah, bergantian mencoba segala cara, dan sempat melihat cara-caranya dari youtube. Tapi tetap gagal dan hanya bisa pasrah menunggu pagi untuk menghubungi pak tukang.
Keesokan harinya jam 5.30 pagi saya coba hubungi pak tukang lewat WA, "Pak, kita kekunci di rumah. Gemboknya rusak, pagi ini bisa tolong bawa gerinda untuk potong gemboknya?"
Pak tukang yang gercep langsung menelpon balik dan kemudian datang jam 7.00 pagi. Gembok yang rusak pun langsung digerinda dan dibuang ke tong sampah.