Mengapa kita suka melupakan sesuatu?
Sengaja melupakan ataukah suatu ketidaksengajaan?
Pada umumnya sifat mudah lupa terhadap sesuatu dikaitkan dengan usia seseorang. Di mana saat memasuki usia tertentu, biasanya daya ingat seseorang akan semakin menurun. Kondisi inilah yang kita kenal dengan sebutan pikun.
Masih muda sudah pikun, kalimat ini tentu sangat sering kita dengar. Sebuah kalimat berkonotasi negatif yang menyatakan bahwa lupa atau melupakan sesuatu, dianggap sebagai hal yang salah.
Lagi pula, muda bukanlah menjadi alasan seseorang dilarang untuk pikun. Lupa dapat terjadi pada siapapun tanpa memandang usia. Yang membedakan ialah sejauh mana kemampuan mereka untuk dapat mengingat kembali kejadian tertentu, ketika diingatkan oleh orang lain.
Meski kerap dianggap sebagai hal yang negatif, ternyata lupa atau melupakan sesuatu memiliki sisi positif.Â
Terdapat manfaat tersembunyi di balik lupa, yang mungkin tak pernah terpikirkan selama ini. Kemampuan untuk melupakan sesuatu, secara diam-diam memainkan peran penting dalam sistem memori otak.
Terdapat suatu pandangan yang menyatakan bahwa melupakan sesuatu, dapat menjadi fungsi mendasar dari sistem memori. Melupakan sesuatu, memang diperlukan agar memori dapat berfungsi dengan baik.
Di dalam memori, terdapat sistem yang terus-menerus memastikan bahwa struktur ingatan yang terbentuk akan tetap terjaga, namun di saat itu juga terdapat proses lain yang mencoba untuk menghilangkan struktur ingatan tersebut.
Proses ini digunakan oleh otak untuk menghilangkan ingatan, sekaligus bertujuan menjaga ingatan agar tetap berfungsi optimal. Dan proses ini disebut sebagai mekanisme melupakan aktif.
Menurut Hardt, seorang asisten profesor di Departemen Psikologi, McGill University, Kanada, terdapat kebaikan dalam melupakan sesuatu. Ia menjelaskan bahwa melupakan, dapat membuat otak hanya menyimpan apa yang dianggap berguna untuk banyak tugas besar, yang bermanfaat untuk meningkatkan peluang kelangsungan hidup.