Hal ini merupakan angin segar dan buah manis dari perjuangan dan kerja keras dari berbagai pihak. Penantian selama 45 tahun akhirnya membuahkan hasil perubahan  atas UU perkawinan demi memperjuangkan masa depan anak-anak Indonesia untuk generasi muda emas, berintegritas dan unggul  2045.
Dengan hadirnya perubahaan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan terhadap UU. No 1 Tahun 1974 tentang perkawinan diharapkan adanya program-program yang dijalankan oleh KUA seperti lintas sektoral untuk mensosialisasikan Undang-Undang Perkawinan yang baru kepada masyarakat.
Pertimbangan batas usia 19 tahun ditetapkan karena pada usia tersebut anak dinilai telah matang secara jiwa raganya untuk melangsungkan perkawinan yang sesungguhnya tanpa berakhir pada perceraian serta mendapat keturunan yang berkualitas dan tangguh. Kenaikan batas usia minimal perkawinan ini dapat menurunkan resiko kematian ibu dan anak. Berbagai pihak pun berharap agar nantinya usia minimal perkawinan ini dapat memenuhi hak-hak anak demi mengoptimalkan tumbuh kembangnya.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H