Mahasiswa peserta magang harus diberikan kesempatan untuk menyalurkan ide kreatif dan inovatif, bukan lagi obyek penerima perintah kerja semata. Ketiga, kegiatan magang harus berorientasi pada pencapaian standar kompetensi tertentu sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang berlaku dan capaian pembelajaran matakuliah yang ditentukan oleh universitas. Artinya ada proses link and match  kurikulum universitas dengan kurikulum magang. Keempat, penyusunan model magang harus dirancang bersama antara industri tempat magang dengan universitas dengan prinsip kesetaraan. Hal itu diperlukan agar proses perkawinan antara industri dengan universitas berjalan harmonis menghasilkan sumberdaya unggul dan produk inovasi bagi kemajuan bangsa dan Negara.
Kegiatan magang di era Merdeka Belajar menjadi media komunikasi antara industri dan universitas. Hasil komunikasi tersebut akan menciptakan kesetaraan dan sinergisitas antara universitas dan industri untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi industri dan kemajuan bangsa. Magang di era Merdeka Belajar juga akan meningkatkan relevansi universitas dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yaitu riset dan inovasi universitas semakin bermanfaat bagi masyarakat.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI