Apakah tumor payudara dapat dicegah?
Pencegahan tumor payudara sebenarnya masih abu-abu dikarenakan penyebabnya belum diketahui secara pasti. Namun setidaknya ada beberapa upaya yang dapat anda lakukan untuk mengurangi resiko terkena tumor payudara, diantaranya :Â
1. Lakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara teratur.
2. Mengurangi konsumsi makanan cepat saji dan lebih mengutamakan konsumsi makanan yang sehat dan bergizi.Â
3. Berolahraga secara teratur.
4. Menjaga berat badan tetap ideal.
5. Memberikan asi kepada bayi setelah melahirkan.
6. Memakai bra yang sesuai dengan ukuran payudara.Â
Cara pengobatan tumor payudaraÂ
Ketika benjolan pada payudara semakin membesar dan terasa nyeri, atau berpotensi menyebabkan kanker payudara maka perlu dilakukan pemeriksaan dan perawatan medis. Nantinya dokter akan memberikan tindakan sesuai dengan yang dibutuhkan. Biasanya pada jenis tumor tertentu, dokter akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali untuk mengawasi pertumbuhan benjolan. Dokter juga akan memberikan pengobatan, diantaranya :Â
1. Aspirasi jarum halus untuk mengeluarkan cairan pada kista.
2. Operasi untuk mengangkat jaringan tumor payudara.
3. Pemberian antibiotik oral untuk mengatasi benjolan akibat infeksiÂ
4. Terapi anti hormon estrogen untuk menurunkan resiko kanker payudara jika diperlukan.
Sementara itu jika tumor yang muncul adalah tumor ganas, maka dokter akan memberikan opsi pengobatan yang berbeda, tergantung tingkat keparahannya. Bisa melalui tindakan operasi, kemoterapi, radioterapi, atau imunoterapi.Â
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak semua benjolan pada payudara adalah kanker, bisa jadi itu tumor jinak yang tidak membahayakan tubuh. Ada banyak hal yang dapat memicu wanita memiliki benjolan pada payudara, seperti faktor hormon dan faktor keturunan, bisa juga disebabkan karena pola makan dan pola hidup yang tidak sehat. Namun, jika anda merasakan keluhan pada payudara anda selama beberapa hari, anda bisa segera menemui dokter untuk melakukan konsultasi lebih lanjut dan tindakan jika diperlukan.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H