Kalau mau lihat angka, di Amerika gaji minimum rata-rata sekitar 15 dolar per jam, sedangkan di Indonesia, UMR sebulan saja mungkin setara dengan beberapa hari kerja mereka. (Sumber)Â
Biaya hidup di Indonesia memang lebih murah, tapi tidak berarti gaji yang rendah itu cukup untuk kebutuhan sehari-hari, apalagi di kota besar.Â
Jadi, kalau di sana uang UMR bisa untuk bayar sewa, makan, bahkan nabung, di sini masih banyak pekerja yang harus hemat banget agar bisa cukup sampai akhir bulan.
Bagi pekerja di Indonesia, kondisi ini pastinya jadi tantangan besar.Â
UMR yang rendah membuat mereka harus pintar-pintar mengatur uang, dan sering kali susah untuk menabung atau memenuhi kebutuhan lainnya.Â
Inilah kenapa banyak orang Indonesia yang rela kerja lembur atau cari penghasilan tambahan, demi bisa punya hidup yang lebih layak. (Sumber).Â
Melihat kondisi ini, kita bisa merenungkan tantangan yang dihadapi pekerja dengan gaji UMR di Indonesia.Â
Bagi mereka yang ingin berpenghasilan besar, jelas perlu keterampilan khusus atau posisi yang cukup tinggi.Â
Tapi, apakah mungkin setiap orang punya kesempatan untuk mencapai posisi itu? Dan dengan ekonomi yang terus berubah, pertanyaannya adalah, mungkinkah UMR Indonesia akan meningkat suatu hari nanti, sehingga lebih banyak pekerja bisa hidup layak tanpa harus banting tulang mencari tambahan?
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H