Ketidakpuasan, kecurangan, dan ketimpangan yang lahir dari sistem ini bukanlah puncak gundah gulana dari para korban. Ironi, sesuatu yang dianggap solusi dari ketidakadilan pendidikan di negara ini pun turut menciptakan fenomena diskriminasi. Tidak hanya merugikan mereka yang gagal mencapai sekolah impian, Sistem Zonasi justru turut memberikan kerugian psikis dari para siswa yang berhasil memasuki sekolah favorit melalui jalur ini.
“Kadang juga ada yang ditanyain kan, ‘kamu masuk jalur apa? jalur apa?’ ada juga yang kayak gitu,” kata Alma.
Segelintir tenaga pendidik sayangnya melakukan diskriminasi terhadap mereka yang dianggap sukses melalui Sistem Zonasi. Hal ini pun berlawanan dari salah satu misi menteri pendidikan yang berujar bahwa Sistem Zonasi bertujuan untuk menghilangkan eksklusivitas dan diskriminasi di sekolah.
Lantas, dari banyaknya lembaran masalah yang ada di depan mata, pantaskah pemerintah terus mempertahankan Sistem Zonasi untuk sektor pendidikan kita?
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI