Mohon tunggu...
Nina Sulistiati
Nina Sulistiati Mohon Tunggu... Guru - Senang menulis, pembelajar, senang berbagi ilmu

Pengajar di SMP N 2 Cibadak Kabupaten Sukabumi.

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Rasa Itu Menjadi Booster Aku Menulis

30 Mei 2021   13:44 Diperbarui: 1 Juni 2021   12:31 200
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Diary. Sumber ilustrasi: PEXELS/Markus Winkler

Rasa bermakna tanggapan yang diberikan oleh indera perasa kita berupa rasa manis, pahit, asin, pedas dan sebagainya. Rasa itu sering dikonotasikan dengan ungkapan yang ingin disampaikan dari hati kita.

Rasa pahit biasanya digunakan untuk mengungkapkan kesedihan, kegagalan, kekecewaan. Rasa manis digunakan untuk mengungkapkan perasaan bahagia, senang, gembira.

Perasaan menurut KBBI adalah  rasa atau keadaan batin sewaktu menghadapi (merasai) sesuatu. Perasaan juga bermakna suatu kondisi dalam kesadaran manusia yang memberikan penilaian positif dan negatif.

Sebagai manusia kita kerap merasakan sesuatu dalam hati kita. Ada rasa bahagia, senang, sedih, pilu, duka, bingung, marah dan sebagainya.

Perasaan senang adalah kondisi di mana seseorang memperoleh hasil sesuai dengan ekspetasinya. Perasaan senang ini mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal lain atau menindaklanjuti apa yang sudah dilakukan.

Perasaan marah berarti kondisi sangat tidak senang (karena dihina, diperlakukan tidak sepantasnya dan sebagainya). Arti lainnya dari marah adalah berang.

Perasaan sedih adalah bentuk emosi seseorang yang ditandai dengan perasaan kecewa, kehilanganm tidak beruntung, dan tidak berdaya. Ketika seseorang sedih kerap ditunjukkan dengan sikap diam, murung, dan menarik diri dari pergaulan.

Secara psikologis ketiga perasaan ini termasuk dalam emosi yang dimiliki manusia dan sangat berpengaruh kepada seseorang. Perasaan marah, sedih merupakan emosi negatif sehingga seseorang harus berusaha untuk mengendalikannya.

Bagaimana cara mengendalikan rasa marah, sedih yang ada dalam diri kita?

Emosi negatif dapat dikendalikan dengan berbagai cara:

  • Selalu berpikiran positif dalam menghadapi sebuah masalah.
  • Hindari kondisi yang dapat memicu emosi negatif.
  • Melakukan hal-hal yang menyenangkan, seperti berolah raga, rekreasi, dan menulis.

Rasa itu menyeruak ke dalam raga

Luka yang menganga lebar

Meluluhlantakan asa yang tersisa

Di sana ada air mata

Yang menganak sungai tak bermuara

Kemana rasa ini akan kuhempaskan

Agar lara ini tak lagi tercipta

Ya menulis merupakan kegiatan yang saya lakukan saat sedang marah, sedih atau pun senang. Ada beberapa alasan yang membuat saya memilih kegiatan menulis untuk mengungkapkan perasaan yang sedang dirasakan, yaitu

  • Menulis dapat meredakan stres. Menulis akan membantu kita meluapkan perasaan yang terpendam di dalam hati khususnya emosi negatif, seperti kemarahan, kesedihan atau kekecewaan. Biasanya semua ungkapan rasa itu ditulis dalam diary. Dari pada kita curhat kepada orang lain yang belum tentu memberikan tanggapan positif curhatan kita malah bisa jadi akan dicibir atau dibocorkan kepada orang lain. Selain diary kita juga dapat menulis dalam bentuk lain, misalnya cerpen, puisi, novel, artikel dan sebagainya. Bisa jadi hasil tulisan kita dapat dipublikasikan dan dapat memberikan manfaat untuk orang lain.
  • Mengurangi kecenderungan selalu berpikiran negatif. Dengan menulis kita akan mudah move on karena sudah mengungkapkan emosi negatif dalam tulisan kita. Hal ini akan menciptakan emosi positif.
  • Menuangkan perasaan sesuai keinginan. Saya pernah marah pada pasangan sehingga saya enggan untuk bertegur sapa dengannya. Hal ini membuat saya merasakan sesak di dada. Akhirnya saya ungkapkan kemarahan kepadanya dalam bentuk tulisan. Tulisan itu saya berikan padanya. Alhasil tulisan itu membuatnya tersenyum dan meminta maaf. Dari tulisan itu dia akhirnya tahu apa yang saya rasakan, dan apa yang saya inginkan
  • Memperbaiki suasana hati. Kegiatan menulis dapat mengubah emosi negatif menjadi emosi positif.
  • Meningkatkan daya ingat. Kegiatan menulis dapat meningkatkan daya ingat karena menulis membutuhkan kemampuan berpikir yang baik. Ada proses mengingat apa yang akan dituliskan.
  • Membantu kreativitas. Ungkapan kesedihan, kemarahan, kekecewaan dan sebagainya bila kita ungkapkan dalam bentuk tulisan akan menumbuhkan kreativitas kita. Kita akan terus menghasilkan tulisan-tulisan yang sumbernya dari emosi negatif yang kita rasakan.

Contoh :

Aku memandang wajah Bimo dari kegelapan. Bimo yang sedang bercengkrama dengan seorang gadis di depan cafe Aldina. Tak terasa ada bulir-bulir air yang menetes di kedua pipiku. Perpisahan itu memang menyakitkan dan meluluhlantakan asa yang ada bersisa di lubuk hatiku.

 Nah ayo salurkan emosi negatif kita menjadi tulisan. Jadikan emosi  negatif itu menjadi booster karya-jarya tulis kita.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun