Mohon tunggu...
Nikmatul Sugiyarto
Nikmatul Sugiyarto Mohon Tunggu... Tutor - Tutor

Berekspresi tanpa batas

Selanjutnya

Tutup

Politik

Sleman Sembada, Harda Hadir untuk Kesejahteraan Rakyat

16 Juli 2024   16:02 Diperbarui: 16 Juli 2024   16:31 197
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pernah lihat orang kasmaran, atau mungkin kita bisa bercermin dari diri kita sendiri saat merajut kisah asmara. Berjumpa bersama pasti menjadi hal yang kerap dilakukan, kemudian berdialog hingga melukis impian bersama menjadi satu potret favorit dari setiap pasangan.

Nyatanya alur itu bukan hanya dialami dua sejoli yang sedang menjalin kisah romantis saja, tapi juga saya temukan pada hari-hari seorang Harda Kiswaya yang ingin mengenal warganya lebih dekat. Membangun hubungan tidak bisa sesingkat kilat, maka harus diawali dan dibina dengan gayanya masing-masing.

Hidup berdampingan membuat setiap dari kita terbiasa untuk membaur dengan orang-orang di sekitar rumah, tapi cakupan itu semakin luas saat ada title besar disampirkan di pundak kita.

Harda yang mulai menjadi bagian dari pemerintah daerah, harus mengenal bagaimana tipe-tipe warganya beserta problematika yang umumnya mereka hadapi. Saya tarik ke lima tahun terakhir saat melihat Harda mengemban amanah sebagai Sekda Kabupaten Sleman, banyak hal yang dia lakukan untuk memahami kebutuhan dan keinginan dari warganya.

Contoh besarnya saat muncul pengangguran yang membuat kehidupan warga tidak produktif, Harda mencoba membuka peluang kerja lewat jalur UMKM. Hal itu menjadi satu problem solving yang dilakukannya dan ditawarkan untuk memperbaiki perekonomian warganya.

Kehadirannya di tengah masyarakat lewat berbagai kegiatan membuatnya digadang bakal jadi calon bupati di Kabupaten Sleman. Dukungan dari warga itu ditanggapi baik olehnya, hingga niat lurus untuk mewujudkan kesejahteraan membumbung tinggi. Niat yang baik memang harus dilanjutkan, keseriusan itu membuatnya segera mengumpulkan top list apa saja yang bakal dia jalankan saat amanah dititipkan warga Sleman kepadanya.

Pendidikan hingga jenjang sarjana bagi warganya yang miskin adalah kebutuhan agar mereka yang tidak mampu bisa merasakan bangku perkuliahan dan pendidikan yang membantu pada jenjang karir nanti.

Di lain sisi bagi mereka yang giat mengembangkan jiwa usahanya, Harda akan memberikan support system terbaiknya. Ya dukungan memang perlu karena dari dorongan itu yang membuat mereka semakin visioner dalam mengejar tujuan karirnya.

Beberapa potretnya selama menjadi sekda tersebar saat dia mengunjungi dan memberikan apresiasinya kepada pengrajin sentra industri anyaman bambu. Hal yang positif pasti harus terus dikembangkan, karena dari sana muncul potensi besar seperti pendistribusiannya yang bisa sampai ke luar daerah hingga manca negara. Bukan hanya itu karena ada sebagian tujuannya juga yang akan berpengaruh pada kemajuan Kabupaten Sleman. Dengan begitu langkah yang diambil Harda menjadi efektif realisasinya.

Dan top list ketiga yang saya kutip dari mantan sekda itu perihal pembangunan yang berkelanjutan yang mana cakupannya melintang. Ada pembangunan dari segi infrastruktur berupa fasilitas umum, sampai pada pembangunan Sumber daya manusia yang bakal dia mulai dari pendidikan dan kesehatan dari warganya.

Jangan salah dia sendiri selama menjabat sebagai Sekda sudah melakukan beberapa pembangunan infrastruktur, mulai dari perbaikan jalan di jalur besar menuju tol Jogja-Solo sampai pada pengelolaan sampah yang baik agar tidak mengganggu lingkungan hidup. Tentunya persiapan itu sudah dilengkapi dengan analisis dampak lingkungan yang tepat.

Pengalaman menjadi penilaian utama mengapa warga memberi dukungan kepada Harda untuk menjadi Bupati Sleman. Mungkin top list yang saya paparkan itu hanya cuplikan kecil bagaimana seorang Harda menghadirkan kesejahteraan bagi warganya.

Hubungan yang terbina lama antara Harda dan warga Sleman tentu sudah dimulai sejak belia, pasalnya mantan sekda itu sendiri adalah putra asli Sleman, dari meniti karir sampai mencari hal-hal baru lainnya di kabupaten kelahirannya itu.

Kalau sudah begitu mana ada lagi yang mengalahkan Harda, soal kenalnya dia dengan warga di tempatnya tinggal? Sangat cocok dan worth it jika melihat perjalanan hidupnya di Sleman, Harda mendapat julukan sebagai Bapaknya Wong Sleman.

Keseriusan mantan kepala BKAD itu menjadi seorang bupati, nampak dari persiapannya membuat rencana yang bakal dilakukan nanti untuk membuat hidup warga Sleman lebih baik. Dukungan banyak dari warga bersumber dari pribadinya yang baik dan pengalamannya yang pasti proper menjadi seorang pemimpin.

Jadi kalau sudah ada paket komplit yang tahu luar dalamnya warga Sleman, masak iya bakal ditolak? Pastinya tidak, karena warga Sleman akan memilih sosok pemimpin yang paham betul kebutuhan dan kemauan mereka. Dan ya memang trek record membuktikan bahwa Harda Kiswaya yang tepat mengisi amanah sebagai Bupati Sleman.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun