Jadi untuk memadukannya cukup disuapkan ke dalam mulut, dijamin mulut nggak akan berhenti ngunyah. Apalagi ditambah kerupuk, nggak terasa aku habis 2 buah kerupuknya. Hidup Ngunyah!
Setelah selesai dengan semangkuk soto lamongan, eh si kecil berhasil memindahkan kolak ke meja makan. Tadinya aku berpikir wah kolak itu berat, perpaduan santan plus gula ditambah ubi dan pisang bukan sesuatu yang menarik.Â
Tapi aku tetap mencoba mencicipinya dan prediksiku tadi salah semua. Kolak yang disediakan oleh Depot Jawa Timur ini terasa ringan di mulut. Serius deh, apalagi kolak ini disediakan GRATIS sebagai takjil kepada pengunjung yang berbuka puasa di Depot Jawa Timur, rejeki nggak boleh ditolak kan?
Suasana yang ditawarkan oleh Depot Jawa Timur itu bikin betah untuk berlama-lama. Tempatnya luas dan tinggi, terus ada daun ijo-ijonya, mirip sama daun sirih belanda yang menjuntai, membuat suasana jadi terasa sejuk. Ornamen dan hiasan yang terpasang di dinding juga sangat cocok dengan suasana yang ditawarkan.
Selain makanan yang menggugah selera dan tempat yang nyaman, pelayanan Depot Jawa Timur juga patut diacungi jempol. Bahkan di tengah hiruk pikuknya buka puasa, sang manager tidak segan untuk turun tangan membantu melayani pelanggan. Pelayannya juga melayani dengan hati. Hal paling ngeselin kan kalau pas crowded buka puasa terus pelayannya melayani setengah hati. Tapi ini nggak terjadi di Depot Jawa Timur kok, tenang aja.
Kalau masih penasaran, sebaiknya segera diagendakan mampir ke Depot Jawa Timur yang terletak di lantai GF, Sleman City Hall. Depot Jawa Timur buka mulai pukul 10.00 sampai pukul 21.00  dan menerima pesanan/katering.
Perut kenyang, hatipun senang kalau kata Ehsan temannya Upin-Ipin. Apalagi dengan tambahan upgrade ilmu, kan yang diisi nggak cuma perut jadinya.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H