ODHA TAK BERHAK DIJAUHI DAN DIDISKRIMINASI: MENGHAPUS STIGMA SOSIAL
Â
Â
Di Indonesia, ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) masih menjadi isu yang penuh stigma dan diskriminasi. Mereka sering menghadapi tantangan yang luar biasa, bukan hanya karena kondisi mereka, tetapi juga karena stigma sosial yang melekat pada penyakit tersebut. Stigma ini dapat mempengaruhi kehidupan mereka secara mendalam, mulai dari pendidikan hingga hubungan sosial dan kesehatan mental. Mereka juga sering kali menghadapi penolakan dan isolasi dari masyarakat, termasuk keluarga, teman, dan lingkungan sekitar. Hal ini tidak hanya akan memperburuk kondisi psikologis mereka, tetap juga menghambat upaya penanganan dan pencegahan HIV/AIDS. Padahal, ODHA tak seharusnya dijauhi.
Â
Untuk menghapus stigma sosial ini, dibutuhkan kesadaran, pendidikan, dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar ODHA bisa hidup dengan martabat dan kesetaraan. Sebagaimana pandangan John Rawls mengenai keadilan yang dipahami sebagai Justice as Fairness. Konsep fairness sendiri dipahami sebagai Kemampuan untuk bersikap dan bertindak yang dapat diterima dan didukung secara timbal balik.
Â
Mengapa Stigma dan Diskriminasi Masih Terjadi?
Â
Stigma adalah pandangan negatif yang diberikan kepada individu atau kelompok berdasarkan ciri-ciri tertentu yang dianggap tidak sesuai dengan norma masyarakat. Dalam konteks HIV/AIDS, stigma ini sering berasal dari ketakutan yang tidak berdasar dan kurangnya pemahaman tentang penyakit tersebut. Akibatnya, ODHA bisa mengalami diskriminasi, penolakan, dan isolasi sosial.
Â