Mohon tunggu...
Budi Arfy
Budi Arfy Mohon Tunggu... profesional -

hoaam

Selanjutnya

Tutup

Money

Why Learn Economics?

5 September 2014   16:14 Diperbarui: 18 Juni 2015   01:32 28
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bisnis. Sumber ilustrasi: PEXELS/Nappy


Maybe some shrewd and well-endowed economist would fit in safety belt by fortifying their way in capitalism, and of course the bribery also communes with a cluster of mafia to tackle referee. But don’t they know even their babysitter is learning economy and know exactly in a labor market they are the truly soul of supplier and these mafia are useless demander without proper assistance to help them?

To all workers who deserve acknowledgment in the middle of Indonesia's slowing growth and the dysfunctional labor union and government apparatus who don’t recognize hell anymore.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun