Kondisi Sekarang ini, sedang marak di media sosial baik di instagram, whatsapp, dan tiktok yang membahas lemahnya gen Z yang sulit diatur didalam bermain media sosial. Namun itu memang nyata mayoritas anak kelahiran tahun 1997 sampai 2012 memiliki mental yang relatif rendah stress sedikit nangis, masalah sedikit ngeluh, itu yang membuat gen z di cap sebagai generasi yang alay dan haus akan perhatian. Namun dari analisis tidak semua permasalahan bisa di salahkan pada anak karna semua kehidupan memiliki sebab akibat. Dari teori yang di sampaikan oleh hengki yuliansyah saat acara seminar menyatakan stress itu bisa di turunkan dari orang tua atau bahasa ilmiahnya DOPAMINE. Seperti study kasus nya banyak anak gen z yang merasa tertekan karna tuntutan orang tua yang tinggi seperti soal akademik soal sikap dll. Para orang tua merasa telah mendidik anaknya paling baik namun kenyataan banyak orang tua yang termasuk golongan milenial yang masih keras kepala dan sulit menerima pembaruan sehingga mendidik anaknya sama dengan yang di alami nya. Hal itu membuat kecenderungan anak merasa iri dan cenderung insecure pada orang lain karna tidak merasa sama dengan orang lain . Terlihat sepele namun pemikiran anak pubertas memiliki kapasitas lebih tinggi sehingga membuat pemikiran nya labil dan sulit berkembang dan seperti itu sering berlanjut hingga dewasa pemikiran yang membuatnya merasa berat.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H