6. Multiple sclerosis
Penyakit multiple sclerosis memang tidak terlalu akrab di telinga masyarakat Indonesia, namun bukan berarti kondisi ini dapat dipandang sebelah mata. Singkatnya, multiple sclerosis adalah kondisi di mana selubung pelindung saraf tulang belakang dan otak (mielin) mengalami kerusakan sehingga pernyampaian pesan antar-saraf mengalami gangguan. Inilah yang kemudian memicu telinga berdenging secara terus-menerus.
7. Diabetes
Merujuk dari sebuah hasil studi yang dilakukan pada tahun 2002 di University of Ohio, diketahui bahwa setidaknya 60% penderita diabetes mengeluhkan telinga yang berdenging. Para ahli kemudian menyimpulkan bahwa hal ini erat kaitannya dengan kenaikan kadar gula darah dalam tubuh.
8. NIHL (Noise-Induced Hearing Loss)
NIHL (Noise-Induced Hearing Loss) merupakan kondisi di mana seseorang kehilangan kemampuan mendengar di salah satu atau kedua belah telinga. Penyebabnya bisa dikarenakan paparan suara yang terlalu bising, seperti musik yang menggelegar dan suara petasan atau tembakan. Nah, biasanya di tahap awal NIHL --sesuai dengan catatan British Medical Journal-, penderita akan mengeluhkan dengingan yang semkain lama intensitasnya semakin keras. Jadi, ada baiknya untuk segera berkonsultasi dengan dokter THT sebelum terlambat.
9. TMD(Temporomandibular Disorder)
Terakhir, tinitus dapat disebabkan oleh TMD (TemporomandibularDisorder); atau yang lebih dikenal sebagai disfungsi sendi dan jaringan rahang. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bukan hanya dapat membuat telinga Anda berdenging terus-menerus, namun juga dapat menyebabkan komplikasi lainnya, seperti rahang yang terasa sakit dan susah digerakkan, kesulitan makan dan berbicara, hingga bernapas.
Nah, itu tadi 9 kondisi kesehatan yang dapat memicu telinga berdenging. Semoga bermanfaat!
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H