Mohon tunggu...
NEVI PRAMUDITHA PUTRI
NEVI PRAMUDITHA PUTRI Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia

Nevi sangat termotivasi untuk mengembangkan keterampilan mengajar yang bersifat universal sebagai efektivitas komunikasi dan gagasan. Karena baginya, hidup adalah belajar, menebar dan mengajar.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Biogas dari Kotoran Sapi di Desa Alamendah: Solusi Energi Ramah Lingkungan yang Menjanjikan

30 Desember 2023   20:36 Diperbarui: 30 Desember 2023   20:38 219
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Biogas merupakan salah satu solusi alternatif dalam penanganan masalah meningkatnya penggunaan LPG (Liquified Petroleum Gas) sebagai bahan bakar utama yang tidak dapat diperbaharui. Biogas merupakan gas yang dihasilkan selama proses Anaerobic Digestion (AD) substrat organik yang umumnya merupakan produk samping atau produk sisa dari proses lain misalnya kotoran hewan, lumpur, atau limbah organik (Balagurusamy dan Kumar, 2020). Kemampuan biogas sebagai energi alternatif dapat dibuktikan dengan kandungan metana di dalamnya yang mencapai 40-60 % (Benato dan Macor, 2019). Selain itu, emisi gas CO yang dihasilkan cukup rendah sehingga dapat mendukung terwujudnya energi yang ramah lingkungan (Spyridonidis dkk, 2020). Dengan demikian, penggunaan biogas dapat menjadi langkah terbaik sebagai energi alternatif pengganti LPG (Liquified Petroleum Gas) yang berkelanjutan. 

Pengolahan biogas sangat tepat dilakukan di daerah yang memiliki kelimpahan substrat organik sebagai produk samping. Salah satu desa yang produktif menghasilkan produk samping limbah substrat organik adalah Desa Alamendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang mayoritas penduduknya merupakan peternak sapi. 

Pada penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Pendidikan Indonesia diantaranya ialah Nevi Pramuditha Putri, Riska Riyanni, Syifa Sa'diyyah, Siti Robiah Al-Adawiyah dan Hastialisna Hurul Aeni Setiawan, diketahui bahwa biogas yang dihasilkan di Desa Alamendah memiliki kualitas yang baik dan dapat digunakan sebagai pengganti LPG.

Dalam penelitian tersebut, tim peneliti melakukan optimalisasi pengolahan, pengelolaan, dan pengujian biogas dari kotoran sapi yang dilaksanakan di Desa Alamendah. Evaluasi kinerja juga dilakukan untuk mengetahui kesesuaian penggunaan biogas yang telah ada sebagai solusi pengganti penggunaan LPG.   

Berdasarkan hasil penelitian, biogas yang dihasilkan di Desa Alamendah memiliki kualitas yang baik, ditandai dengan:

  • Warna nyala yang biru. Warna nyala biru menunjukkan bahwa biogas mengalami proses pembakaran sempurna yaitu menghasilkan CO2 dan H2O sehingga api berwarna biru merata. 
  • Waktu mendidihkan air yang hampir sama dengan tungku berbahan bakar LPG. Waktu mendidihkan air yang singkat menunjukkan bahwa biogas memiliki panas yang tinggi.

Proses pengolahan biogas di Desa Alamendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, telah berhasil memenuhi kebutuhan energi rumah tangga warga sekitar. Hal ini dikarenakan proses pengolahan biogas dilakukan secara optimal, sehingga biogas yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan dapat menggantikan LPG sebagai bahan bakar.

Kualitas biogas yang dihasilkan di Desa Alamendah dapat bersaing dengan LPG, baik dari segi panas maupun pembakaran. Hal ini disebabkan oleh kandungan metana yang tinggi dalam biogas yang dihasilkan.

Proses pengolahan biogas di Desa Alamendah relatif sederhana, sehingga dapat dioptimalisasi dengan cara pengaturan suhu, pH, komposisi kotoran sapi, dan aktivator. Selain itu, penambahan adsorben CO2 pada katup sebelum dialirkan ke rumah warga juga dapat meningkatkan konsentrasi biogas yang dihasilkan.

Keberhasilan pemanfaatan biogas di Desa Alamendah merupakan kabar baik bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat pedesaan yang masih banyak menggunakan LPG. Hal ini dikarenakan biogas merupakan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Biogas yang dihasilkan di Desa Alamendah dapat digunakan untuk mengganti LPG sebagai bahan bakar yang ramah lingkungan dengan proses sederhana sehingga dapat mewujudkan energi yang terjangkau, dapat diandalkan, dan berkelanjutan. 

Daftar Pustaka :

Balagurusamy, N. dan A. Kumar. 2020. Biogas Production: From Anaerobic antiDigestion to a Sustainable Bioenergy Industry. Springer Nature. Switzerland. 

Benato, A., & Macor, A. 2019. Italian biogas plants: Trend, subsidies, cost, biogas composition and engine emissions. Energies. 12 (6): 979.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun