Jauh sudah dirinya berjalan menjauhi masa itu,
masa kemilau dan gemilang kepunyaan lelaki itu...
Apa perlunya kau datang?
Jauh sudah saat kini berjalan ke belakang masa lalu...
...namun masa depannya seolah berjalan tak beranjak.
Apa gentingnya kau mampir?
Lintasan masa yang saling tidak menemukan...
Irisan waktu yang saling menjauh...
Serupa aliran air yang bergerak dari hilir ke hulu,
tidak lagi aku dan dia temukan aliran yang semula...
...sekalipun kami mencari secermat mengamati jejak jarum.
Namun, ketika kau hanya sekelebat melintasi ruang di waktu lelaki itu...
...aku menyaksikan kepak murai melambat, dedaunan hijau melayu, rinai gerimis yang masih belum matang, warna mulai melengkung di cakrawala, burung-burung pelintas batas terbang rendah memenuhi langit, kupu-kupu melayang rendah menikmati kelopak bunga kembang sepatu...
...dan ketika kau berlalu dalam sepercik cahaya...
Semua yang mengambang di udara...
...telah jatuh ke bumi, berserakan.
Demikian juga hatinya!
- catatan dari kotaku
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI