Oleh karena itu, penembakan tersebut bisa saja sengaja dilakukan oleh militer Korut sehingga kita perlu menduga motif penembakan. Mengapa Korut menembak? Apa yang ditembaki? Siapa yang menyuruh melakukan tembakan?
Penembakan peluru ke negara lain apalagi di perbatasan yang sedang dijaga oleh ribuan militer yang bekerja dengan negara-negara lain tentunya tidak dilakukan atas inisiatif satu orang saja atau hanya pihak-pihak tertentu.
Dipastikan penembakan tersebut berdasarkan protokol pemerintah atau panglima tertinggi mereka karena penembakan tersebut berpotensi menciptakan perang. Lagipula, penembakan tersebut melanggar perjanjian Pemerintah Korut dengan Pemerintah Korsel.
Pada tahun 2018, Kim Jong Un dan Moon Jae-in berjanji akan bersama-sama menghilangkan risiko perang, menurunkan ketegangan militer dan bekerja sama untuk mencapai perdamaian. Mereka juga berjanji untuk meningkatkan hubungan antar kedua negara dan bekerja mencapai kemakmuran dan unifikasi di masa depan.
Kim Jong Un sebagai Panglima Tertinggi Tentara Rakyat Korea yang terkenal dengan gaya otoriternya menjadikannya sebagai raja yang patut disembah di Korut bahkan ditakuti dunia.
Pada tahun 2012, Angkatan Bersenjata Korea Utara mengadakan rapat umum militer di lapangan di depan Istana Korea Utara dan bersumpah kepada pemimpin baru Kim Jong Un bahwa mereka akan menjadi pengawal terbaik dan siap mempertaruhkan nyawa mereka demi Kim Jong Un.
Sumpah setia tentara di negara yang menganut sistem kerajaan tidak dapat dipandang sebelah mata atau dianggap sebagai sumpah palsu. Apalagi Korut dibawah kepemimpinan Kim Jong Un pernah terjadi pembunuhan misterius kepada para pesaingnya sangat cukup membuat kita percaya kepada pengaruhnya dalam mengendalikan Korut.
Oleh karena itu, tentara Korut tidak mungkin melakukan penembakan ke arah Korsel tanpa komando dari Kim Jong Un. Penembakan tersebut sebagai bentuk peringatan kepada Korsel yang paling mungkin mengetahui tentang segala sesuatu yang terjadi di Korut untuk tidak menciptakan rumor dan spekulasi tentang Kim Jong Un.
Penembakan tersebut sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa ia masih hidup. Meskipun dalam keadaan sakit, karismanya belum padam untuk membakar semangat para militer Korut untuk tetap unjuk gigi dan menunjukkan kepada dunia bahwa Dinasti Kim belum selesai.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI