Salah satu cara kita sebagai guru dalam menanamkan akhlak dan karakter kepada peserta didik adalah memberikan contoh yang baik secara langsung kepada peserta didik. Proses keteladanan atau memberi contoh melalui sikap dan tingkah laku yang baik merupakan strategi yang ampuh dari sekadar mengajar di depan kelas. Semua itu berpulang pada bagaimana kita mampu mengefektifkan dan mengarahkan hati kita menjadi bersih dan suci. Karena dari hati bersih dan suci itulah akan terpancar perilaku yang bersih dan suci pula. Selain itu juga guru bertugas mendidik dan mengajar dengan pendekatan hati, terlebih pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Karena hati merupakan titik sentral proses interaksi guru dan siswa, yang hasilnya dapat membawa perubahan dan kebaikan dalam kehidupan peserta didik.
Rasulullah SAW memberikan gambaran dalam  hadistnya, yang berbunyi :
" Sesungguhnya pada diri manusia itu terdapat segumpal daging (hati), jika  segumpal daging (hati) jelek maka jeleklah perilakunya, sebaliknya bila ia baik maka baiklah seluruh perilakunya ". (Al Hadist).
Tulisan ini ditutup dengan perkataan Bapak Nadiem Anwar Makarim, dalam pidatonya bertema "Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Belajar". (Jumat, 11 Februari 2022). Beliau mengatakan "Guru yang terbaik adalah guru yang tidak pernah berhenti belajar dan berinovasi".
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H