Mohon tunggu...
Tety Polmasari
Tety Polmasari Mohon Tunggu... Lainnya - ibu rumah tangga biasa dengan 3 dara cantik yang beranjak remaja
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, insyaallah tidak akan mengecewakan...

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Konsumen Cerdas Tidak Akan Teperdaya

10 Februari 2023   16:03 Diperbarui: 10 Februari 2023   17:00 249
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Jadilah konsumen cerdas. Begitulah imbauan yang sering saya baca atau saya dengar. Entah dari pemerintah, entah dari pihak lain. Cerdas di sini bukan berarti kita harus berpendidikan tinggi baru bisa mencapai level cerdas. 

Cerdas yang dimaksud yaitu konsumen yang mampu melindungi dirinya dari barang atau jasa yang merugikan. Cerdas dalam membaca gelagat yang dapat membuat kita menjadi korban atas barang atau jasa yang dijual.

Konsumen cerdas yang bisa memahami tentang perlindungan konsumen. Kritis terhadap barang/jasa yang dibeli tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan tidak sesuai dengan yang diperjanjikan. Memiliki kesadaran bertindak, baik untuk dirinya sendiri maupun lingkungannya

So, jadilah konsumen cerdas. Jangan seperti saya. Padahal sebelumnya sudah pernah terjadi, eh kok terperosok lagi ke dalam lubang yang sama. Tidak hanya sekali, tetapi lebih dari itu. Dan, dalam waktu yang saling berdekatan!

Mengapa saya bisa terpedaya? Ceritanya begini. Seperti biasa di sela aktifitas, saya selalu menyempatkan bermain Candy Crush di hp saya. Ini adalah satu-satu game yang terinstal di hp saya. Bermainnya juga sebentar hingga 5 nyawa habis saja. Paling sekitar 5 menitan. Setelah itu, melanjutkan aktifitas saya.

Di tengah-tengah permainan sering tuh muncul iklan. Tidak hanya sekali dua kali, tapi bisa lebih dari itu. Biasanya, saya sering mengabaikan iklan-iklan yang muncul itu. Tidak tertarik saja. Kebetulan juga saya tipe orang yang tidak suka belanja-belanja, meski produk yang dijual dengan harga promo.

Entah bagaimana ceritanya saya tiba-tiba tertarik iklan cookware. Ada 7 perangkat alat memasak dengan ukuran yang berbeda. Ada videonya. Dinarasikan harga aslinya Rp250.000 tapi karena lagi promo harganya jadi Rp59.000. 

Saya tertarik juga karena saya kan suka masak. Warnanya juga keren. Wah, boleh nih dicoba buat masak sarapan anak-anak. Sebenarnya iklan ini sering wara wiri juga tapi baru kali ini saya terpincut karena belakangan ini saya senang posting tulisan menu-menu sarapan pagi anak-anak.

Dokumen pribadi
Dokumen pribadi

Saya klik pemesanan, mengisi alamat rumah dan melakukan pembayaran. Tidak lama ada chat masuk ke nomor WA. Hi ka terimakasih sudah melakukan pemesanan Cookware set ya. Admin segera membalas, kami sedang membalas 1 per 1, apabila sudah upload bukti trf pesanan akan  proses secara otomatis. Terimakasih

Saya balas dengan melampirkan bukti pembayaran. Seminggu kemudian tidak ada kabar. Saya chat menanyakan kapan kira-kira produk saya terima. Saya bilang sudah tidak sabar untuk mencobanya.

Chat saya dibalas. Mohon maaf sebelumnya apakah sudah mengetahui bahwa ini pengiriman PO 3-4 mgg dr China? Apabila tidak mengetahui dan keberatan untuk menunggu, uangnya bisa kami kembalikan. Saya jawab, ok saya tunggu. 

Sebulan kemudian saya chat. Lusa baru masuk indo ya ka, begitu balasnya. Saya tunggu, tidak ada kabarnya. Saya chat tidak ada respon, padahal centang dua. Sampai 4 bulan berlalu barang yang saya pesan belum tiba juga tuh. Fix anggap saja saya kena tipu.

Sambil menunggu kabar dari cookware, setelah chat saya dibalas sebelumnya, saya order jas hujan. Sama, lewat Candy Crush juga. Iklan ini sudah berkali-kali wara wiri, tapi baru tertarik di hari itu. 

Dalam video iklannya, jas hujannya keren, ada topi dan face shield-nya, fashionable, warna dan motif juga keren. Boleh nih buat pegangan anak-anak, terlebih saat itu hujan sering turun.

Harga jas hujannya promonya beli 1 dapat gratis 1. Kalau beli 1 lagi harganya tambah R65.000 lebih murah dari harga normal. Karena anak saya tiga, jadi saya pesan 3. 

Saya pencet order dan mengisi data. Total yang harus saya bayar sekitar Rp221.000. Tapi belum saya transfer karena masih menimbang-nimbang. Komunikasi lantas tersambung ke Whatsapp. 

Dokumen pribadi
Dokumen pribadi

Mohon maaf kak, ini kakak memilih metode transfer. Mohon konfirmasi jika sudah transfer ya kak. Jika tidak ada konfirmasi, barang pesanan kakak kami kirimkan dengan pembayaran COD ya.

Lucu juga ya, kalau tidak jadi pesan dianggapnya dibayar secara COD. Tidak bisa main batalkan. Ya sudah, saya transfer karena khawatir ketika barang datang saya tidak ada di rumah. 

Beberapa hari kemudian barang sampai tapi tidak sesuai dengan narasi yang diiklankan di video. Barang yang saya dapat jas hujan yang tidak beda jauh dengan yang dijual di pinggir-pinggir jalan, yang harganya juga tidak semahal itu. Saya protes, eh tidak ada respon sama sekali. Kesal saya.

Saya masih berpikir tidak semua penjual curang. Itu hanya segelintir orang. Pemikiran inilah yang melandasi saya untuk kembali membeli barang dari iklan yang lewat di Candy Crush. Barang saya beli bubuk Bubuk Saluran Tersumbat New A01 untuk mengatasi pipa tersumbat. 

Kebetulan washtafel dekat kamar mandi rumah sudah lama mampet. Kebetulan juga minggu depannya ada kajian di rumah saya bersama teman-teman alumni SMPN 2 Depok angkatan 1988.

Ada promo beli 1 gratis 2. Jadilah saya pesan dengan total harga Rp113.845. Tidak lama barang yang saya pesan tiba. Eh saya coba 1 botol, tidak ada pengaruhnya. Coba lagi 1 botol masih tetap mampet. Botol ketiga saluran air di washtafel tidak bereaksi apa-apa. 

Jangan-jangan ini bubuk racikan biasa. Barang yang diiklankan di video mungkin asal comot dari video penjual sesungguhnya untuk menyakinkan target. Lha saya saja kepincut.

"Wah kalau beli online begitu mah banyak bohongnya. Ini beli di toko material juga ada, beli soda api, paling juga 15 ribu," kata suami. 

Saya protes, eh chat saya sampai sekarang tidak direspon, padahal sudah terbaca. Ya sudah, fix berarti saya dibohongi. Saya bilang uang yang didapat tidak berkah. Tapi apakah dia peduli? 

Dokumen pribadi
Dokumen pribadi

Sejak itu, saya putuskan sudah tidak mau lagi belanja-belanja online di toko yang tidak jelas. Tidak mau tergoda dengan harga promo. Kapok sekapok-kapoknya.

"Jangankan yang online nggak jelas gitu, di olshop juga banyak yang fake," timpal anak saya.

Jadilah saya gigit jari. Untung jari saya tidak sampai habis saya gigit. Anggaplah buang sial.

Belajar dari pengalaman saya ini, so jangan tergoda dengan harga murah atau harga promo. Perhatikan juga ulasan dari produk meski bisa jadi ulasan produk itu dilakukan oleh tim-nya penjual.

Pokoknya harus teliti sebelum membeli, melakukan penilaian terhadap produk-produk yang akan dibeli. Baik itu dari segi tampilan produk, pelabelan dan perizinan yang mendukung.

Di tengah maraknya transaksi daring, kita teliti mengecek kondisi produk yang akan dibeli. Dengan menjadi konsumen cerdas, kita akan mampu memilih barang yang berkualitas. 

Hal utama yang perlu diingat adalah belilah sesuatu barang karena memang diperlukan, bukan karena diinginkan. 

Jadilah konsumen cerdas. Jangan seperti saya. Semoga bermanfaat.

Waspadalah, waspadalah, waspadalah!

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun