Mohon tunggu...
Neng Ainy
Neng Ainy Mohon Tunggu... Penulis - Guru

''Menulislah, karena tanpa menulis engkau akan hilang dari pusaran sejarah.'' Pram

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

Teks Eksposisi Strategi Pengelolaan Sampah

15 Oktober 2023   15:30 Diperbarui: 8 November 2023   08:36 1037
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

TESIS

Sebagian masyarakat tampaknya masih belum menunjukkan kepedulian terhadap masalah sampah. Hal ini terlihat dari maraknya masyarakat yang membuang sampah sembarangan bahkan sampai menumpuk entah itu di sungai, jalanan, maupun di tempat umum seperti pasar dan pusat keramaian lainnya. Padahal, selain merusak keindahan dan mencemari lingkungan, sampah yang menumpuk di sungai misalnya, bisa berpotensi menimbulkan bahaya banjir karena terjadi pendangkalan sungai serta terhambatnya aliran air karena sampah. 

RANGKAIAN ARGUMEN

Dilansir dari data terbaru National Plastic Action Partnership yang dirilis bulan April 2020, volume sampah plastik di tahun 2020 mencapai 6,8 juta ton dan tumbuh sebesar 5% setiap tahunnya. Sudah saatnya pemerintah serius dalam menangani masalah sampah tersebut. Problematika mengenai sampah yang menumpuk muncul karena adanya ketidakseimbangan antara produksi sampah yang setiap hari terus meningkat dengan penanganan sampah yang masih minim. Kuantitas sampah yang terus bertambah sedangkan di lain pihak kemampuan mengelola sampah masih belum memadai.

Disinyalir ada berbagai faktor yang melatarbelakangi hal tersebut. Misalnya, kurangnya kesadaran menjaga lingkungan, tingkat sosial ekonomi, serta minimnya pengetahuan masyarakat mengenai sampah dan penangannnya menjadi penyebab masih kurangnya penanganan sampah. Data KLHK menyebutkan penggunaan kantong plastik di Indonesia, lebih 1 juta per menit. Artinya, dalam setengah hari saja jumlah kantong plastik yang dipakai sebanyak 720 juta kantong plastik. 

Dalam penanganan sampah ini, perlu adanya kerja sama yang sinergi antara pemerintah dengan Masyarakat. Karena dalam hal ini, masyarakat merupakan salah satu penghasil sampah rumah tangga yang cukup besar. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan sebagai upaya menangani sampah. 

Pertama, Pemkot dan lembaga swadaya masyarakat bisa melakukan penyuluhan secara berkesinambungan kepada masyarakat mengenai sampah, jenisnya, sampai pada bagaimana mengelola sampah rumah tangga menjadi bermanfaat sebelum akhirnya di buang ke TPS. 

Secara umum pengetahuan masyarakat mengenai sampah masih minim. Materi tentang sampah bisa seputar pembagian jenis sampah. Berdasarkan komposisi atau asalnya, sampah dibedakan menjadi dua, yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik dihasilkan dari bahan-bahan hayati serta bisa didegradasi oleh mikroba, misalnya sampah yang berasal dari tumbuhan, sedangkan sampah anorganik berasal dari bahan sintetis dan nonhayati misalnya plastik. 

Tidak seperti sampah organik, sampah anorganik secara keseluruhan diuraikan oleh alam dalam waktu yang lama bahkan bisa mencapai ratusan tahun. Inilah yang sering kali tidak diketahui oleh masyarakat pada umumnya. Sehingga sering kali ketika membuang sampah selalu mencampur antara sampah organik dan anorganik. Akibatnya, dari pencampuran tersebut menimbulkan bau busuk dan menyengat serta menimbulkan bibit penyakit. 

Kedua, setelah mengetahui pembagian sampah, langkah selanjutnya dilakukan pelatihan pengelolaan sampah kepada masyarakat berupa teknik pengelolaan sampah rumah tangga menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai jual. Misalnya pembuatan pupuk kompos dari sampah. Sampah yang bisa diolah menjadi pupuk hanya sampah berjenis organik. 

Teknik pengomposan ini bisa dilakukan dengan teknik takakura, yaitu pengomposan sampah organik rumah tangga menggunakan keranjang takakura. Caranya, dengan mencampur media tanah yang dengan sampah organik, misalnya sisa sayuran yang kemudian disimpan dalam sebuah keranjang takakura. Selain bisa mengurangi kuantitas sampah rumah tangga yang terus meningkat, pupuk kompos yang berasal sampah ini pun bisa dijual ke petani. Sehingga bisa menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat. 

Untuk sampah anorganik seperti plastik, pengelolaan bisa dilakukan bekerja sama dengan pusat kerajinan untuk mendaur ulang sampah plastik tersebut menjadi kerajinan tangan yang bernilai jual. Daur ulang sampah plastik tersebut menjadi peluang usaha yang berpotensi besar. Hal tersebut terlihat dari konsumsi plastik sekitar 3---4 juta ton per tahun. Langkah pemanfaatan tersebut tentunya diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah plastik rumah tangga yang berpotensi mencemari lingkungan. 

PENEGASAN ULANG

Selain melakukan penyuluhan dan pelatihan, penanganan masalah sampah ini ditindaklanjuti dengan memfasilitasi tempat sampah di berbagai titik keramaian, seperti jalan raya, pasar, pusat perbelanjaan, bahkan sungai sekalipun. Sehingga masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sembarang tempat. Diharapkan upaya pengelolaan dan pemanfaatan sampah rumah tangga bisa mengatasi masalah sampah. Yang tak kalah penting adalah kesadaran masyarakat akan lingkungan yang bersih dari sampah bisa tercapai. Semoga.

Sumber : Fatwa Amalia dalam Modul B.Indonesia by Kemendikbud

Pada Tugas 1 ini, Ananda akan mengenali teks yang telah Ananda baca. Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan teks “Strategi Pengelolaan Sampah” yang telah Ananda baca!

1. Apakah teks tersebut termasuk teks eksposisi? Berikan alasannya!

2. Masalah apa yang disampaikan pada teks tersebut?

3. Apa tujuan penulis memaparkan masalah tersebut?

4. Apa pendapat Ananda terhadap permasalahan tersebut?

5. Informasi apa yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca melalui teks tersebut?

6. Apa manfaat yang Ananda dapatkan setelah membaca teks tersebut?

7. Jelaskan pengertian dari teks eksposisi menurut pendapat Ananda?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun