Dampak penghapusan subsidi BBM terhadap kesejahteraan masyarakat sangat signifikan, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah yang sangat bergantung pada subsidi untuk memenuhi kebutuhan dasar. Kenaikan harga barang dan jasa akibat penghapusan subsidi dapat memperburuk ketimpangan sosial. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk merancang kebijakan kompensasi yang efektif, seperti program bantuan langsung tunai, agar dampak negatif dapat diminimalkan.
Reformasi subsidi BBM memerlukan pendekatan holistik yang mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan politik. Pengalaman internasional menunjukkan bahwa penghapusan subsidi dapat berhasil jika disertai dengan langkah-langkah kompensasi yang efektif dan komunikasi publik yang transparan. Pemerintah perlu membangun kepercayaan masyarakat dan memastikan bahwa kebijakan yang diambil tidak hanya efisien secara fiskal tetapi juga adil dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, penghapusan subsidi BBM di Indonesia merupakan langkah yang perlu diambil untuk memperbaiki struktur anggaran negara dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, keberhasilan reformasi ini sangat bergantung pada desain kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan sosial, mengurangi ketimpangan, dan melibatkan partisipasi publik. Hanya dengan pendekatan yang komprehensif, penghapusan subsidi BBM dapat menjadi momentum untuk pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H