Beberapa waktu yang lalu, tepatnya ketika anak keduaku mulai bersekolah di salah satu TK yang lokasinya tidak begitu jauh dari rumah, aku sedikit dibuat galau oleh ke-riweuhan saat harus membuatkannya bekal sekolah. Pasalnya, kesibukan rutinitas harian sebagai ibu rumah tangga yang merangkap sebagai pekerja freelance pada akhirnya membuat bekal tersebut sama sekali tidak menarik dan terkesan itu-itu saja.
Ya, bekal yang tidak menarik itu pun jadi sering terbuang sia-sia karena si aa, panggilan kesayanganku untuknya, tidak memiliki nafsu makan sama sekali. Tak sampai disitu saja, aku pun sempat disarankan oleh sang wali kelas untuk dapat lebih kreatif dalam menyiapkan bekal sekolah tersebut, bahkan si ibu guru itu sampai sedikit 'menyindir' gelar duta salah satu brand susu yang aku sandang saat ini.
Malu...? jelas... Â tapi bukan aku namanya kalau hanya sekedar diam dan menerima rasa malu tersebut begitu saja. Aku pun langsung searching serta tanya sana-sini tentang semua hal yang berkaitan dengan bekal sekolah, hingga pada akhirnya aku mulai berkenalan dengan Bento, bekal makanan ala-ala orang Jepang yang berbentuk lucu namun tetap sehat dengan komposisi gizi seimbang.
Namun sayangnya, kenyataan tidak selalu sejalan dengan harapan. Meski terlihat mudah dan simpel ternyata membuat bento yang lucu itu bukanlah perkara yang mudah. Alhamdulillah bak gayung bersambut, sebelum semangatku menurun, aku justru mendapat kesempatan untuk mengikuti mini workshop membuat bento bersama ibu Alfani.
Kehadiran anak dalam acara ini bermaksud agar saat nantinya diaplikasikan dirumah pun dapat menambah nilai lebih dari membuat bento itu sendiri, yang tadinya hanya mendapat hasil bento saja, kalau dikerjakan bersama anak akan dapat tambahan bonus berupa bonding atau kedekatan kita pada anak yang semakin erat.
Sebelum mulai acara, tim panitia ternyata telah mempersiapkan alat dan bahan untuk membuat bento tersebut. Dihadapan kami sudah tersedia satu set alat dan bahan, diantara nya adalah sebagai berikut,
Alat :
Talanan
Pisau
Potongan sedotan
Pola karakter yang dibuat dari kertas roti
Pinset
Sarung tangan plastik
Tempat makan Lock n Lock
Bahan :
Nasi
Nori
Sayur-sayuran seperti selada dan brokoli
Lauk-pauk seperti Sosis, ayam, dan nugget
Spagheti mentah
Keju
Serunya lagi adalah dalam acara ini, kami, para peserta yang hadir tidak dihadapkan pada teori-teori memusingkan tapi benar-benar langsung diajak praktek.
Satu tips dari bu Alfani yang amat aku ingat adalah karena sifat dari nasi yang mudah mengering, maka proses membentuk nasi sebaiknya dilakukan belakangan saja setelah semua bahan lain terbentuk sempurna. Kami pun kemudian di ajak berkreasi membuat bentuk hati dari sosis terlebih dahulu dengan menyatukan dua potongan ujung sosis yang diiris miring.
Setelah itu, barulah kami diajak membentuk nasi karakternya. Kebetulan pada saat praktek kami diajari membuat nasi berkarakter mickey dan minie mouse. Ingat dong pastinya bentuk si tikus lucu tersebut yang memeliki dua telinga bundar diatas kepalanya itu...? nah ternyata kedua telinga itu akan dibuat terpisah dan nantinya akan digabungkan dengan si kepala menggunakan sphageti kering yang telah disediakan panitia tadi.
Jadi kami diarahkan untuk membuat 2 kepal nasi berukuran besar untuk kedua kepala nya dan 4 kepal nasi berukuran mungil untuk telinga nya. Setelah terkepal sempurna, masing-masing kepalan tersebut kemudian dibalut nori dan dihias dengan lembaran keju yang sebelumnya telah dipotong sesuai pola.
Dan taraaaa... Bento karakter kami pun selesai. Meski hasilnya masih belum terlalu maksimal tapi jujur aku takjub banget, karena ternyata membuat bento itu tidak terlalu sulit asal belajar dari ahlinya.
Pas banget membahas soal tabungan, di acara ini aku juga mendapat info kece yang wajib banget untuk dishare nih, saat ini Danamon sedang ada program yang memungkinkan kita mendapatkan e-voucher Blibli hingga satu juta rupiah hanya dengan membuka Tabungan Danamon Lebih mulai tanggal 1 Juni 2018 hingga 31 Desember 2018, untuk info selengkapnya soal program ini bisa langsung aja diklik https://dana.mn/dlbli2
Akhir kata sih aku cuma mau mengucapkan terima kasih banget nih sama Ladiesiana, kompasiana, Danamon dan LockNLock yang telah berkolaborasi menyelenggarakan acara sekeren dan sekece ini, semoga acara seperti ini menjadi program berkelanjutan ya... Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H