Mohon tunggu...
Nasrul
Nasrul Mohon Tunggu... Guru - nasrul2025@gmail.com

Pengajar sains namun senang menulis tentang dunia pendidikan, bola dan politik, hobi jalan-jalan

Selanjutnya

Tutup

Cerita Pemilih Pilihan

Cerdas dalam Memilih Pemimpin dan Tolak Serangan Fajar

2 April 2019   11:10 Diperbarui: 2 April 2019   11:21 74
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Saya sebagai pemilih milineal tentu harus berhati -- hati dalam menentukan dalam pemilihan sebab pemimpin ini adalah hal penting. Karena hanya ditangan pemimpin semua aturan bisa dibuat dan dilaksanakan. Dan hanya pemimpin yang peduli pada rakyatnya sendiri yang bisa membuat hidup rakyatnya sendiri.

Pemilu adalah salah satu rangkaian sistem demokrasi yang dianut oleh Negara Indonesia. Oleh karena itu, idealnya adalah seorang calon pemimpin dan juga partai pengusung tidak menggunakan hal -- hal yang melanggar aturan pemilu itu sendiri. Tapi sayang seribu sayang bahwa hal ideal dan yang benar -- benar diharapkan saat pemilu nanti sulit untuk dilakukan. 

Karena calon pemimpin sekarang sudah beranggapan bahwa money politic adalah satu -- satunya solusi yang mungkin untuk meraup suara sebanyak mungkin. Dan isu itu sudah bergulir, sampai terdengar di telinga saya bahwa ada yang rela membayar 500.000,00 untuk membayar satu suara.

Sebenarnya saya tidak percaya sampai cek dan ricek sama sumber terpercaya sehingga saya menemukan laporan yang valid dan bagi saya itu sangat memalukan mengingat Negara kita adalah Negara yang penduduk muslimnya terbesar di Dunia dan disegani dunia internasional. Akan tetapi akibat dengan kondisi ekonomi yang sulit maka rakyat bukan malaikat sehingga money politic sulit dihindari. 

Saya sebagai pemilih dan rakyat biasa hanya bisa mengelus dada, padahal hati kecil sangat teriris mengingat Negara ini di rebut dari penjajah dengan darah dan air mata. 

Sebab perlu diketahui bahwa kita ini merdeka dari hasil perjuangan bangsa Negara Indonesia bukan dari pemberian hadiah dari penjajah. Sehingga sangat disayangkan pemilu di kotori dengan cara -- cara yang sangat biadab karena bukan saja mecenderai demokrasi tapi sudah menghancurkan demokrasi itu sendiri.

Pada tulisan yang sangat sederhana ini saya hanya mengingatkan anak bangsa agar memilih pemimpin yang santun bukan yang asal bicara dan semua yang dia bicarakan adalah hoaks alias berita bohong, tentu ini sangat berbahaya. 

Karena pemimpin adalah seorang teladan yang baik bagi rakyatnya sendiri sehingga kita semua akan hidup di dalam Negara yang rakyatnya saling mencintai dan ini yang sangat diharapkan dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal lain yang perlu diperhatikan oleh pemilih nanti adalah perjalanan hidup dan perjalanan politik dari calon pemimpinnya. Sebab rekam jejak seorang pemimpin adalah hal yang krusial mengingat pemimpin seorang yang memimpin hidup banyak orang. Dan dengan mengetahui rekam jejak maka pemilih dapat memilah pemimpin yang baik dan yang paling baik. 

Oleh karena itu. Bagi calon pemimpin harus melakukan pencerahan politik kepada seluruh penduduk Indonesia bukan hanya bagi -- bagi. Karena bagi -- bagi uang menyogok dan hukuman sangat berat. 

Sebab akibat menyogok akan membuat mental masyarakat semakin tidak percaya pemimpin dan itu sangat berbahaya bagi Negara Indonesia ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerita Pemilih Selengkapnya
Lihat Cerita Pemilih Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun