Mohon tunggu...
Nasrul
Nasrul Mohon Tunggu... Guru - nasrul2025@gmail.com

Pengajar sains namun senang menulis tentang dunia pendidikan, bola dan politik, hobi jalan-jalan

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Cinta yang Tak Bersuara

18 April 2016   13:46 Diperbarui: 18 April 2016   14:16 30
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Jika cinta tak diungkapkan, pasti dibilang pengecut.

Hidupku bagaikan manusia pengecut.

 Pengecut karena tidak bisa berbuat apa-apa dengan cinta.

 Iya cinta. Cinta kadang  bisa membuatku menyerah. Kadang aku lemah dengan cinta.

Namun, kadangkala aku semangat akibat cinta. Kadangkala juga aku terjungkal karena cinta

Orang bilang cinta itu  indah.

 Bagiku cinta hanya bisa membuat luka.

 Orang bilang cinta itu butuh perjuangan.

Tidak juga, aku sudah berjuang malah di musnahkan oleh cinta.

Aku cinta. Kata-kata itu hanya didalam hati. Hati yang terdalam sampai tak sanggup di ucapkan.

Iya aku jujur. Aku pernah jatuh cinta. Jatuh di dalam cinta.

Bukan cinta salah bukan juga cinta tak berbalas,

Namun. Cintaku tak bersuara, tak bernapas, tak bernyawa, mungkin tak hidup.

Aku tak tahu siapa salah, bisa jadi aku salah. Karena cinta tak pernah salah.

Aku sekarang mengaku menyerah dengan cinta.

Menyerah karena aku sudah lelah. Bukan berarti aku berhenti.

Namun, aku paham mungkin cinta akan datang akan datang mungkin akan datang lagi.

Aku berharap cinta itu akan ada.

Dan bahagia suatu saat lagi…entah kapan akupun tak tahu kapan…

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun