Mohon tunggu...
naila azzahra
naila azzahra Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

hobiku menonton film

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Konsep Kematangan dan Teori Belajar Behavoristik dan Humanistik

7 November 2024   18:17 Diperbarui: 7 November 2024   18:20 42
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Aliran ini menekankan hubungan stimulus-respons, di mana penguatan memperkuat perilaku dan hukuman menghilangkannya. Prinsip utama teori ini mencakup penguatan positif dan negatif, serta pengelolaan kontinjensi. Tokoh-tokoh kunci dalam behaviorisme meliputi Thorndike, Watson, Hull, Guthrie, dan Skinner.


Implikasi teori belajar behavioristik, terutama yang dikemukakan oleh Thorndike, berfokus pada pembentukan koneksi antara stimulus dan respons melalui tiga hukum: hukum kesiapan, hukum latihan, dan hukum akibat. 

Dalam pembelajaran, guru harus memastikan siswa siap menerima stimulus, sering memberikan latihan untuk memperkuat hubungan stimulus-respons, dan memberikan penghargaan untuk respon positif. Penerapan teori ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran jika guru memahami karakteristik siswa, memberikan stimulus secara konsisten, serta menggunakan penguatan untuk perilaku yang diinginkan dan hukuman untuk perilaku yang tidak diinginkan.


Aplikasi teori behavioristik dalam pembelajaran mencakup langkah-langkah seperti menentukan tujuan, menganalisis lingkungan kelas, dan mengenali pengetahuan awal siswa. Materi dibagi menjadi bagian kecil, disajikan, dan diiringi dengan stimulus seperti pertanyaan atau tugas. 

Respon siswa diamati untuk memberikan penguatan positif atau negatif dan hukuman. Proses ini diulang dengan stimulus baru dan diakhiri dengan evaluasi belajar. Dalam pembelajaran bahasa, pendekatan ini menekankan keterampilan mendengar dan berbicara, penciptaan lingkungan berbahasa yang kondusif, serta penggunaan media pembelajaran untuk interaksi dengan penutur asli, sehingga bahasa menjadi kebiasaan.


Teori behavioristik dalam pembelajaran memiliki kelebihan seperti: (1) mendorong guru untuk lebih peka terhadap situasi belajar, (2) mengurangi ceramah agar siswa belajar mandiri, (3) membentuk perilaku melalui penguatan positif dan negatif, (4) mengoptimalkan bakat siswa melalui pengulangan dan pelatihan, serta (5) menyusun materi secara hirarkis dari yang sederhana ke kompleks untuk mencapai keterampilan tertentu.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun