Mohon tunggu...
Naeli Karomah
Naeli Karomah Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Tenangkan Diri, Amati, dan Berikan Solusi

18 Oktober 2017   20:33 Diperbarui: 18 Oktober 2017   20:36 366
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Minggu kemarin, penulis telah membahas tentang bagaimana konselor seharusnya bersikap kepada siswa (klien), yang di antaranya adalah konselor harus melayani semua sisiwa, tidak hanya yang bermasalah saja tetapi juga melakukan pencegahan bagi siswa yang tidak bermaslah agar tidak terjerumus dalam jurang penyesalan.

Selanjutnya, pada kesempatan kali ini penulis ingin membahas tentang bagaimana cara konselor menghadapi siswa yang sedang mengadukan permasalahannya pada komselor. Karena pada hakikatnya, seorang konselor tidak bisa memberikan solusi secepat dokter memberikan resep pada pasiennya, tetapi harus melalui beberapa tahap di bawah ini. J

Langkah pertama:Tenangkan diri

Pada saat siswa datang ke ruang konseling dan  mengadukan permasalahannya, sikap sebagai konselor yang baik adalah berusaha tidak membuatnya tambah panik,  tetapi menenangkan diri siswa tersebut agar ia tetap tenang dalam menghadapi permasalahannya dan agar ia tetap berprasangka baik terhadap apa yang akan ia hadapi selanjutnya serta meyakinkannya bahwa semua permasalahan pasti ada solusinya, yakinkan juga bahwa tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuannya (landasan religi).

Langkah ke-dua: Amati

Setelah mengetahui permasalahan siswa tersebut, hendaknya konselor melakukan pengamatan terhadap beberapa variabel di bawah ini:

Lingkungan dimana siswa itu tinggal

Dengan siapa saja ia berinteraksi atau teman dekatnya dan

Apa saja aktivitas/kegiatannya selain ke sekolah

Setelah mendapatkan data dari beberapa variabel di atas, lakukan langkah ketiga.

Langkah ke-tiga: Pelajari

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun