Mohon tunggu...
Nadya Putri
Nadya Putri Mohon Tunggu... Freelancer - Freelancer

Nadz si random people yang selalu ingin belajar hal baru dan memperbaiki diri sendiri

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Bagaimana Cara Menghentikan Kebiasaan Buruk dan Membangun Kebiasaan Baik?

28 Agustus 2024   20:07 Diperbarui: 28 Agustus 2024   20:12 461
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Bagaimana Menghentikan Kebiasaan Buruk dan Membangun Kebiasaan Baik? 

Kebiasaan buruk seringkali terasa seperti bagian yang tidak bisa dihindari dalam hidup kita. Baik itu penundaan, pola makan yang tidak sehat, atau pemikiran negatif, kebiasaan-kebiasaan ini dapat menghalangi kita mencapai potensi maksimal. Kabar baiknya adalah menghentikan kebiasaan buruk dan membangun kebiasaan baik sangat mungkin dilakukan dengan strategi dan pola pikir yang tepat.

Memahami Kebiasaan: Ilmu di Balik Siklus 

Kebiasaan dibentuk melalui lingkaran isyarat, rutinitas, dan penghargaan. Siklus ini dimulai dengan isyarat yang memicu rutinitas, diikuti dengan imbalan yang memperkuat kebiasaan tersebut. Misalnya, stres (isyarat) dapat menyebabkan makan berlebihan (rutin) karena memberikan kenyamanan (imbalan). Seiring berjalannya waktu, siklus ini menjadi otomatis sehingga membuat kebiasaan tersebut sulit dihentikan. 

Untuk mengubah suatu kebiasaan, penting untuk memahami lingkaran ini dan mengidentifikasi isyarat serta manfaat yang menopangnya. Dengan melakukan hal ini, Anda dapat mulai mengganggu siklus tersebut dan menggantinya dengan rutinitas baru yang lebih sehat. 

Langkah 1: Identifikasi dan Akui

Kebiasaan Buruk Anda Langkah pertama untuk menghentikan kebiasaan buruk adalah mengenalinya. Ini mungkin terdengar sederhana, namun banyak dari kita melakukan perilaku yang sudah menjadi kebiasaan tanpa sepenuhnya menyadari dampaknya. Luangkan waktu untuk merenungkan rutinitas harian Anda dan tentukan kebiasaan yang ingin Anda ubah. Jujurlah pada diri sendiri tentang mengapa kebiasaan ini ada dan apa yang memicunya. Langkah 2: Tetapkan Tujuan yang Jelas dan Spesifik 

Setelah Anda mengidentifikasi kebiasaan buruk tersebut, tetapkan tujuan yang jelas dan spesifik untuk mengubahnya. Tujuan yang tidak jelas seperti "Saya ingin menjadi lebih sehat" tidak seefektif tujuan yang spesifik seperti "Saya akan mengganti camilan sore saya yang berupa keripik dengan sepotong buah". Sasaran spesifik memberikan arah yang jelas dan memudahkan pelacakan kemajuan. Langkah 3: Gantikan Kebiasaan Buruk dengan Kebiasaan Baik 

Salah satu cara paling efektif untuk menghentikan kebiasaan buruk adalah dengan menggantinya dengan kebiasaan baik. Jika kebiasaan Anda adalah mengonsumsi camilan manis saat stres, cobalah menggantinya dengan pilihan yang lebih sehat seperti segenggam kacang atau berjalan kaki sebentar. Dengan berfokus pada kebiasaan baru, Anda secara bertahap mengurangi kekuatan kebiasaan lama.

Langkah 4: Mulailah dari yang Kecil dan Bangun Secara Bertahap 

Sangat menggoda untuk mencoba merombak kebiasaan Anda dalam semalam, namun pendekatan ini sering kali berujung pada kegagalan. Sebaliknya, mulailah dari yang kecil. Jika Anda ingin memasukkan olahraga ke dalam rutinitas harian Anda, mulailah dengan hanya 10 menit sehari dan secara bertahap tingkatkan durasinya seiring dengan kebiasaan yang sudah mendarah daging. Perubahan kecil yang dapat dikelola akan lebih berkelanjutan dan tidak terlalu membebani. 

Langkah 5: Gunakan Pemicu untuk Keuntungan Anda 

Pemicu, atau isyarat, adalah titik awal terjadinya lingkaran kebiasaan. Anda dapat memanfaatkannya untuk keuntungan Anda dengan mengaitkan kebiasaan baru Anda dengan rutinitas yang sudah ada. Misalnya, jika Anda ingin mulai bermeditasi, Anda bisa mengaitkannya dengan ritual minum kopi pagi hari. Setiap kali Anda menyeduh kopi, jadikan itu sebagai pengingat untuk meluangkan beberapa menit untuk bermeditasi. Seiring berjalannya waktu, kebiasaan baru tersebut akan menjadi otomatis seperti kebiasaan lama. 

Langkah 6: Tetap Bertanggung Jawab Akuntabilitas adalah motivator yang kuat. Bagikan tujuan Anda dengan teman atau anggota keluarga yang dapat mendukung dan menyemangati Anda. Anda juga dapat mempertimbangkan untuk melacak kemajuan Anda dalam jurnal atau menggunakan aplikasi yang dirancang untuk membantu membangun kebiasaan. Melihat kemajuan Anda secara visual bisa sangat memotivasi dan membantu Anda tetap pada jalurnya. 

Langkah 7: Bersabar dan Gigih Menghentikan kebiasaan buruk dan membangun kebiasaan baik adalah sebuah perjalanan yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Mengalami kemunduran adalah hal yang wajar, namun jangan biarkan hal tersebut membuat Anda patah semangat. Sebaliknya, pandanglah hal tersebut sebagai peluang untuk belajar dan menyesuaikan pendekatan Anda. Ingat, konsistensi adalah kuncinya. Semakin sering Anda mempraktekkan kebiasaan baru Anda, kebiasaan tersebut akan semakin kuat. 

Langkah 8: Rayakan Kesuksesan Anda Terakhir, jangan lupa untuk merayakan kesuksesan Anda, sekecil apapun kesuksesan tersebut. Setiap langkah maju adalah kemenangan yang membawa Anda lebih dekat ke tujuan Anda. Mengenali dan menghargai diri sendiri atas kemajuan Anda akan memperkuat kebiasaan baru dan meningkatkan motivasi Anda untuk melanjutkan. 

Kesimpulan

Menghentikan kebiasaan buruk dan membangun kebiasaan baik adalah proses yang menantang namun bermanfaat. Dengan memahami lingkaran kebiasaan, menetapkan tujuan yang jelas, memulai dari hal kecil, dan tetap bertanggung jawab.

Anda dapat mengubah kebiasaan Anda dengan sukses dan menciptakan kehidupan yang lebih sehat dan memuaskan. Ingat, perjalanan menuju kebiasaan yang lebih baik bukanlah tentang kesempurnaan tetapi tentang kemajuan. Setiap langkah yang Anda ambil, sekecil apapun, adalah langkah menuju arah yang benar.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun