"Buk.. tambah lagi satu ya" Ucapku seraya mengambil 2 gorengan lagi di depanku. Dan memakannya dengan sangat lahap.
Ibu kantin yang meihatku hanya mengeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuanku itu. Ia tau bahwa anak di depannya itu telah diam-diam melanggar peraturan sekolah. Tapi ia sudah kelelahan menanggapi kelakukan anak itu
Tiba-tiba dari kejauhan terdengar seseorang meneriaki namaku dengan sangat lantang.
"Woy..Arya.." Ujar seorang guru bernama Pak Jaka dengan wajahnya yang terlihat ganas.
Ia berjalan menghampiriku dengan sebuah rotan di tangannya menatapku dengan tatapan mautnya.
Aku membelak mata terkejut dan segera beranjak dari tempat dudukku.
"Bu saya bayarnya nanti ya" Ucapku dan menyempatkan diriku untuk meminum air di depanku dan segera berlari melarikan dari guru tersebut.
Ibu kantin itu hendak menahanku namun aku sudah pergi menghilang dari pandangannya.
"Dasar anak-anak" Gumam ibu kantin sambil melanjutkan menata dagangannya itu.
Dari kejauhan Pak Jaka terus menerus meneriaki namaku dari balakang. Ia terlihat sangat marah.
Aku segera mempercepat langkahku dan menjauh darinya.
Dengan nafasku yang terengah-engah aku mulai bersembunyi di balik dinding yang seperti memungkinkanku untuk bersembunyi.
"Semoga Pak Jaka tidak menemukanku disini" Ucapku dalam hati sambil mengintip untuk memastikan bahwa Pak Jaka tidak menyadariku.
"Oy!"
Aku menelan ludah mendengar sebuah suara yang tidak asing dari belakangku. Perlahan aku mulai membalikkan badanku untuk melihat sumber arah tersebut. Pak Jaka berdiri tepat di depanku sambil menyilangkan tangannya dan memolotiku.
"uhm..H-hai Pak.." Ucapku sambil terkekeh pelan karena sudah tertangkap basah.
Pak Jaka semakin memolotiku.
"Kamu tau kesalahanmu huh?" Ujar Pak Jaka terlihat marah di kilasan matanya.
Aku menunduk.
"Tau pak.." Ucapku lirih.
"Sudah berapa kali bapak peringati, jangan bolos kelas seenaknya. Tapi kamu selalu saja ngelakuinnya lagi. Mana kamu mokel lagi." Ujar Pak Bagas kecewa dengan prilakuku.
"Maaf pak.."
Pak Jaka mengehela nafasnya dalam-dalam.
"Yasudah, sebagai hukuamannya kamu harus bersihin semua area kamar mandi selama satu sebulan penuh"
Aku terkejut mendengarnya.
"Tapi pak" Ucap Arya sebelum akhirnya disenggal oleh Pak Jaka.
"Tidak ada tapi-tapi. Sudah lakuin aja hukumanmu" Ujar Pak Jaka tegas.
Dengan berat hati Arya mengangguk kepalanya dengan menghela nafas dalam-dalam.
"nasib-nasib"
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H