"Gelar juara Proliga 2024 bersama Jakarta BIN mematahkan persepsi orang saya sulit bisa meraih trofi ini. Gelar ini tentu menjadi mimpi saya karena saya sudah sering meraih gelar di Livoli dan MVP di turnamen tersebut. Tentu ada tantangan untuk menjadi juara di Proliga dan meraih gelar most valuable player," ungkap Megawati.
Di grandfinal Proliga 2024, Megawati menjadi top skor Jakarta BIN dengan 29 poin, diikuti Kenia Carcades dengan 22 poin, juga Kara Bajema dan Wilda Siti Nurfadilah yang mencatatkan double digit poin masing-masing 16 dan 10.
Trofi Proliga 2024 jadi penutup yang manis buat Megawati Hangestri, karena kemungkinan besar di Proliga 2025 mendatang Mega akan absen bermain karena sudah terikat perpanjangan kontrak dengan JungKwanJang Red Sparks untuk musim kompetisi 2024/2025.
Sementara itu, kalah menyakitkan di grandfinal Proliga 2024 membuat Jakarta Electric PLN gagal menuntaskan misi menambah panjang prestasi mereka.
Seperti diketahui bahwa tim putri Jakarta Electric PLN adalah klub pertama dan masih satu-satunya yang mampu membuat hattrick juara pada musim 2015, 2016, dan 2017. Total klub yang disponsori perusahaan listrik negara itu mengoleksi 6 gelar juara termasuk yang mereka raih pada 2004, 2009, dan 2011. Terbanyak di antar semua tim putri yang pernah mengikuti Proliga.
Jakarta Popsivo Polwan Raih Podium Ketiga
Di perebutan peringkat 3, tim putri Jakarta Popsivo Polwan menuntaskan perjalanan mereka di Proliga 2024 dengan manis. Arsela Nuari dkk menundukan Jakarta Pertamina Enduro dengan 3-1 (25-18, 23-25, 25-16, 25-13).
Torehan peringkat 3 menjadi pelipur lara bagi Popsivo Polwan setelah gagal melaju ke partai grandfinal. Jakarta Popsivo Polwan sebelumnya diprediksi mampu melaju hingga babak grandfinal, terutama mengingat betapa dominannya mereka selama putaran penyisihan.
Dari 12 pertandingan yang dijalani Popsivo Polwan sepanjang putaran penyisihan, mereka hanya menderita 2 kekalahan dari Bandung bjb Tandamata dan Jakarta Electric PLN. Sisa 10 laga berakhir dengan kemenangan.
Namun, memasuki fase putaran final Posivo Polwan justru tak mampu mempertahankan performa apik yang mereka tunjukan di putaran penyisihan dan tak mampu merebut tiket grandfinal.