Bagaimana kabar dan pencapaian resolusi tahun 2020? Yang terasa di tahun ini Januari-Maret setelah itu rasanya cukup mendebarkan efek pandemi yang belum jua usai.Â
Desember hampir memasuki pertengahan bulan, sebentar lagi tahun berganti. Tenang, tenang..kita perlu rehat sejenak. Jangan terburu-buru dan kagetan, tahun 2021 harus dihadapi dengan persiapan yang lebih matang.Â
Kabarnya sampai saat ini kita belum bisa divaksin anti covid-19, vaksin masih dalam proses uji. Tentu awal 2021 pun akan berbeda dari tahun-tahun baru sebelumnya.Â
Bayangan covid-19 masih terus mengikuti dan kabar buruknya masih banyak orang terinfeksi. Intinya harus tetap istiqomah menjaga kebersihan diri dan sekitar.Â
Sama bahayanya dengan asap rokok sebetulnya, ya asap rokok bahaya bagi para perokok pasif hanya saja sampai saat ini para perokok belum sadar-sadar. Tepatnya cuek karena bagi mereka merokok atau enggak mati adalah sebuah keniscayaan, tanpa adanya pertumbangan bahwa yang tidak merokok pun jadi korban.Â
Tabiat manusia memang begitu, egois dan lebih suka mengedepankan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum. Sabar, sabar agak ngawur emang.
Sebelum menghadapi 2021 mari evaluasi kembali hal-hal apa yang masih kurang (terutama di dalam diri) lebih tepatnya introspeksi atau muhasabah diri terlebih dahulu. Kemudian cek to do list serta kumpulan resolusi, coba kalkulasikan berapa persen pencapaiannya.Â
Setelah cek-ricek selesai mari evaluasi secara keseluruhan. Lalu rebahan dan renungkan dengan kepala adem, resolusi yang belum tercapai silahkan di-list kembali kemudian tambahkan strategi-strategi baru berdasarkan evaluasi serta masukan yang didapatkan dari tahun 2020.Â
Semangat menghadapi tahun baru, tantangan baru serta peluang-peluang baru. Semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih bijak serta cerdas menangkap peluang-peluang dalam kehidupan yang fana ini.Â
Rehat sejenak di sepertiga malam, muhasabah diri dan berkaca secara menyeluruh apa saja yang masih salah dan kurang perlahan coba diperbaiki kembali.Â
Tahun 2021, mana tahu tantangan yang pasti akan lebih sulit semua serba cepat dan era digitalisasi sudah tidak ter-elakkan. Situasi boleh menjadi lebih cepat namun ketenangan hati dan pikiran harus tetap terjaga.Â