Mohon tunggu...
Muwaffaqah Anwar Sinaga
Muwaffaqah Anwar Sinaga Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta

Saya bersemangat dalam mengikuti kajian tafsir Al-Qur'an dan siroh nabawiyah. Tertarik dan bermimpi bisa belajar agama di Tarim.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Pengetahuan dalam Islam: Pondasi Ketakwaan dan Kebajikan Manusia

28 Oktober 2023   17:27 Diperbarui: 28 Oktober 2023   18:38 245
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kemudian ilmu yang bermanfaat itu terbagi lagi macamnya. Adalah ilmu yang mendatangkan kebaikan, baik urusan ukhrawi, duniawi maupun keduanya, seperti ilmu kedokteran, teknologi, hukum, psikolog, seni dan budaya, ekonomi, matematika, fisika, aqidah, fiqih, ushul fiqih, tazkiyatun nafs, dan lain-lain. Sedangkan ilmu yang mendatangkan keburukan haram hukumnya untuk dipelajari seperti ilmu sihir.

Ilmu yang bermanfaat tentu dilandasi dengan niat baik dan benar yaitu meraih ridho Allah Swt. Sedangkan ilmu yang tidak bermanfaat adalah yang diniatkan selain mendapatkan keridhaan Allah karena ia ingin dipuja-puji oleh manusia, ini mengarah kepada sikap membanggakan dan meninggikan diri dihadapn orang lain.

Setelahnya kita masuk kedalam pembahasan mengenai apakah ketinggian derajat hanya diukur dari ilmu saja? Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah menerangkan, "Ketinggian derajat bukan sekedar dengan ilmu saja, tetapi dengan mengikuti kebenaran dan mengamalkannya" (Shahihfiqih, 2018). Cinta ilmu merujuk pada semangat untuk terus belajar memahami dunia disekitar kita dan juga langkah awal untuk membentuk pribadi yang taat, bijaksana, dan bertanggung jawab. Sementara cinta dunia atau kecenderungan manusia yang terlalu fokus pada materi dan kesenangan dunia dapat menjerumuskan pada perilaku negatif seperti keserakahan, keegoisan, dan penindasan orang lain.

Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah juga pernah berkata, "Cintailah ilmu dan mencarinya merupakan pangkal semua ketaatan, sedangkan cinta dunia dan harta serta mengejarnya merupakan pangkal semua keburukan." (Shahihfiqih, 2018)

Dalam zaman modern yang serba cepat ini, tantangan dalam menjaga keseimbangan antara ilmu dan perilaku semakin besar. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk memahami bahwa ilmu dan perilaku adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan dalam kehidupan. Ketika seseorang sudah terbangun rasa cintanya pada ilmu, maka ia akan memiliki motivasi kuat untuk terus belajar dan mengaplikasikan pengetahuannya dengan bijaksana. Mulailah untuk memupuk cinta pada ilmu dan membentuk perilaku yang baik agar dapat memberikan kontribusi positif untuk diri dan masyarakat dalam kehidupan ini.

Daftar Pustaka:

CNN, T. (2023). 7 Bacaan Doa Menuntut Ilmu: Arab, Latin, dan Artinya. CNN.

Shahihfiqih, T. (2018). Pangkal Ketaatan Dan Keburukan. SHAHIHFIQIH.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun