Skogafoss
Skogafoss, konon adalah air terjun terindah diantara sebelas ribu foss yang ada di Islandia.
Pukul 9 pagi itu, dari Reykjavik rombongan langsung menuju Skogafoss.
Menguak pagi sekitar 45 menit, adalah mencecap panorama indah tak bertepi. Lagi asyik - asyiknya mengagumi sineri di sekitar perjalanan yang tak biasa, tiba - tiba bus sudah berbelok. Masuk area parkir air terjun Skogafoss.
Kelebihan dari obyek wisata utama di Iceland, antara lain letaknya yang dekat dari tempat parkir kendaraan. Wisatawan tak perlu berjalan jauh untuk mencapainya.
Kelebihan lainnya, obyek wisata dilengkapi toilet bersih terawat, dan gratis.
Berbeda dengan kebanyakan negara Eropa lainnya. Toiletnya berbayar, dengan pintu otomatis yang baru terbuka kalau kita terlebih dulu sudah memasukkan koin 1 Euro. Bahkan ada yang sampai 2 Euro.
Toilet itu kebutuhan utama, bahkan semacam ritual wisatawan.
Usai ritual toilet Skogafoss, berjalan hanya puluhan langkah, air terjun terindah Islandia itu terpampang megah. Tegak menjulang di depan kita. Menyambut dengan gemuruhnya yang terdengar ritmik bergelora.
Berbingkai dua bukit batu menghijau lumut, yang mengapit di kiri kanan. Dipayungi langit biru kelabu, gerojogan air terjun selebar 25 meter setinggi 60 meter yang deras dan kuat itu, bagai juntaian selendang putih raksasa dari angkasa. Tak putus - putus ujungnya menciumi mesra kekasih setia, sang tanah.
Kami antusias melangkah mendekati. Skogafoss memiliki halaman datar lapang  panjang dan lebar. Cakep membayangkan shooting pasangan berlari slow moving dari ujung sungai ke arah air terjun.
Limpahan air terjun meluap menjadi aliran sungai ke arah padang datar. Betapa sejuk, indah, asri dan alaminya tempat ini.
Melangkah mendekati, percikan air terjun itu membasahi. Semakin dekat, semakin intens percikan itu menerpa. Tak ingin menghindari percikannya, rela untuk berbasah dengan rejeki air sehat dan murni itu. Bahkan mulut dinganga, untuk menampung dan menelan percikannya.
Ya, saya sarujuk dengan sebutan kalau Skogafoss sebagai salah satu air terjun terindah di Islandia.
Kini kami tengah menikmati dan meresapinya. Euforia keindahan, tak terkendali berfoto sambil meloncat - loncat segala. Lupa sudah usia senior.
Di bukit sisi kiri air terjun, terdapat tempat pendakian menuju puncak Skogafoss. Wisatawan harus mendaki ratusan undakan untuk sampai di dek pandang, tepat di samping puncak air terjun.
Terlanjur loncat - loncat berfoto, merasa akan keletihan kalau harus mendaki ratusan undakan. Saya tinggal di bawah membiarkan anak mendaki. Mengasyikan diri mengeksplor tepian sungai di dasar Skogafoss yang mengalir tenang meliuk, jernih.
Ya, tentu puluhan foto dengan segala angle dan komposisi telah diambil. Akan menjadi acuan bercerita, dan suatu waktu dilihat kembali untuk membuka benang - benang memori.
Siang itu kami meninggalkan Skogafoss. Air terjun terindah Islandia yang terletak di sisi selatan lereng gunung Eyjafjallajokull. Yang meletus hebat tahun 2010, dan membuat Islandia dikenal dunia.
ATV AdventureÂ
Bertualang berkendara ATV, all terrain vehicle tidak direncanakan dari awal. Menjadi momen kejutan Islandia sore itu. Seru dan mengesankan.
Jadwal semula, sore itu sebenarnya Islander tour akan diajak naik snow vehicle di puncak bukit. Namun karena musim panas kali ini lebih terik, bulan Juni ini ketebalan salju di arena itu berkurang cukup banyak. Tidak ideal untuk kenyamanan berkendara khusus salju.
Rencana meluncur di salju, oleh provider diganti dengan petualangan ATV. Menjadi pengalaman pertama heboh bagi saya.
Â
ATV adalah motor beroda empat berukuran besar dan tebal. Kerangkanya dirancang khusus dan kuat untuk menjelajah segala macam medan. Dari yang rata, bergeronjal, lembek, sungai, pasir dsb.
Dengan motor tangguh itu kami akan menjelajahi padang basirkil, meninjau reruntuhan pesawat terbang paska PD II. Lalu menyusuri kebun bunga ungu lupin, menerobos sungai, juga bermanuver di dasar lembah sempit tepian sungai.
Â
bersambung
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI