Mohon tunggu...
Gigih Mulyono
Gigih Mulyono Mohon Tunggu... Wiraswasta - Peminat Musik

Wiraswasta. Intgr, mulygigih5635

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Kanada dan Alaska di Musim Gugur, Catatan Perjalanan 3

22 September 2019   09:07 Diperbarui: 22 September 2019   09:32 53
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Totem di Stanley Park. Dokpri


Stanley Park adalah taman kota Vancouver seluas empat kilometer persegi. Lebih luas dibanding taman kota New York yang terkenal sudah sangat luas, Central Park.

Tahun 2014 mendapat predikat sebagai Taman terbaik di dunia. Versi Trip Advisor.

Stanley Park dipelihara dengan baik dan dicintai warga Vancouver. Menjadi salah satu tujuan utama Wisatawan di kota ini. Setiap tahun tak kurang delapan juta orang berkunjung.

Selain keelokan Hutan, Taman taman Bunga, Danau, Tepian laut dan atraksi atraksi yang tersedia, Stanley Park merupakan paru paru kota. Oasis menyegarkan bagi udara, lingkungan dan kehidupan kota Vancouver.

Taman bunga Tulip, Rhododendron, Sakura, Rose garden dan lainnya konon amat menawan di musim semi. Sisa sisanya sebagian masih dapat dinikmati pada awal musim gugur.

Disini juga terdapat Aquarium terbesar di Kanada. Berbagai hewan air unik dari seluruh dunia ada disini. Bahkan ada juga seekor Ikan Paus.

Membayangkan, seandainya Ibukota RI jadi pindah ke Kalimantan, perlu dibangun Taman kota seluas dan seindah ini. Masyarakat bebas dan gratis menikmatinya.

Bus putih kami masuk Stanley Park tanpa bayar. Langsung menuju salah satu titik strategis taman. Halleluya point.

Dari titik Halleluya ini terlihat kecantikan View pusat Kota, Pelabuhan, Terminal Yahct. Juga Kapal kapal pesiar raksasa yang hampir semuanya  berwarna putih, keluar masuk Teluk. Spektakuler.

Sungguh beruntung warga Vancouver memiliki taman luas, asri, lengkap dan seindah ini.

Rombongan pelawat Nusantara yang sebagian besar senior mulai unjuk aksi. Bergaya dan berfoto disana sini. Polah kekanakan itu salah satu hal positif saat kita berwisata. Khususnya saat di negeri orang. Karena kekanakan itu adalah sejatinya sifat kebanyakan orang. 

Lucu, murni, pingin tahu, cari perhatian, terkadang juga menjengkelkan. Segar, Ceria dan  gembira. Menjadi katarsis, obat dari tekanan kejenuhan rutinitas dan problema. Paling tidak untuk sementara.

Gaya pol polan itu berlanjut. Kocak, menggelikan.

Dari Halleluya point rombongan berpindah berjalan ke taman Totem. Beberapa Totem dengan ukiran makhluk makhluk unik menjulang di sudut ini.

Tiang Totem kebanyakan terbuat dari bahan kayu Aras atau Cedar atau Pinus. Yang sudah tua, Utuh tanpa potongan.

Ukiran pada tiang Totem adalah penanda atau sebuah cerita. Penanda Gerbang, Kuburan, Silsilah Keluarga atau cerita tentang  peristiwa atau kearifan tertentu.

Berbahan Pohon Pinus bersemburat kemerahan. Corak dan profil ukiran diwarnai mengkilat cemerlang. Warna Merah, Hitam dan Putih mendominasi.

Bentuk ukiran di dasar dan puncak Totem, adalah profil utama dari tanda atau kisah yang ingin disampaikan.

Di taman Totem, kembali para traveler beraksi. Berfoto habis habisan. Energi tersalur, semrawut tak terbendung.

Dari informasi peta taman yang tersedia, sebenarnya masih banyak spot spot cantik di taman ini yang layak dikunjungi. Paviliun paviliun, Sea Wall sepanjang 8,8 Km. Jogging track di dalam hutan taman. Pohon Pinus tertua yang pokoknya growong. Lost lagoon, telaga yang hilang. Lighthouse, mercu suar. 

Patung  perunggu diatas batu, Girl in wetsuite. Yang dianggap mirip dengan little mermaid statue, patung putri duyung dari dongeng HC Andersen di Copenhagen. Dan masih banyak spot lagi.

Karena keterbatasan waktu, harus dipilih salah satu spot tertentu. Pauline mengajak kami menuju Lion Gate Bridge, Jembatan Gerbang Singa. Yang salah satu ujungnya berada di taman Stanley.

Tur Kereta Kuda/dokpri
Tur Kereta Kuda/dokpri
Bus beranjak meninggalkan Halleluya Point. Pelan menyusuri lorong lorong Pinus yang rapat, rimbun, menjulang dan masih menghijau. Kereta wisata Kelinci dengan beberapa rangkaian gerbong melintas mengitari taman dipenuhi pengunjung. Disusul Kereta empat roda dihela dua ekor Kuda gemuk dengan surai gimbal tebal yang juga dipenuhi penumpang. Suasana taman tidak begitu ramai namun semarak.

Demikian juga para Joggers, Bikers, Sepatu Rodaer menikmati senja cerah, sejuk dan segar di taman penuh semangat. Whats a wonderful garden.

Tak berapa lama sampailah kami di area spot berfoto dengan latar belakang Lion Gate Bridge.

Jembatan Gerbang Singa adalah selempang struktur besi baja. Melintasi teluk, sepanjang seribu delapan ratus meter lebih. Menghubungkan sisi Stanley Park dengan pusat kota.

Bercat hijau. Model dan strukturnya mengadop model Golden Gate, jembatan merah ikon kita San Fransisco di Amerika. Bentangan Golden Gate dua ribu tujuh ratus meter. Lebih panjang dibanding Lion Gate Bridge.

Lion gate bridge, Vancouver. Dokpri
Lion gate bridge, Vancouver. Dokpri
Dari spot berfoto ini, diperairan bawah sana Kapal kapal Pesiar putih melintas terlihat jelas. Keluar Masuk teluk dibawah jembatan. View yang mempesona.Kembali para traveler beraksi berfoto lagi. Sendirian, pasangan atau kelompok. Meriah, koplo.

Tak lupa pula, Huawei andalan memberondong menjepret sana sini. Mengabadikan suasana dan panorama.

Menatap sekali lagi Jembatan masif hijau itu. Mengimajinasi, seandainya warna jembatan itu Merah atau Putih. Barangkali akan lebih kentara dan cantik keberadaannya. Terutama untuk latar belakang berfoto. Warna Hijau saru dengan warna pepohonan rimbun disekelilingnya.

Senja mentiung, Matahari semakin condong ke Barat. Rimbongan meninggalkan Stanley Park. Dengan hati, pikiran dan tubuh segar. Meskipun kecapaian, karena selama sekitar 24 jam belum beristirahat dengan benar.

Stanley Park adalah taman tetirah yang nyaman. Para pengunjung dengan berbagai profesi bisa memperoleh Inspirasi atau Serendipity... penemuan hal baru.... disini.

          Bersambung

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun