Mohon tunggu...
Muksal Mina
Muksal Mina Mohon Tunggu... Lainnya - Candu Bola, Hasrat Pendidik

Be a teacher? Be awakener

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Sihir Suara, Trik Baru tapi Lama Liga Inggris

16 Juni 2020   16:34 Diperbarui: 16 Juni 2020   16:39 252
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Liverpool, pemimpin klasemen Liga Inggris. Sumber Gambar: CNNIndonesia.com

Ada yang menarik dari gelaran LaLiga akhir pekan lalu. Di tengah aturan protokol kesehatan yang menaungi jalannya kompetisi, pertandingan tetap dilangsungkan tanpa kehadiran penonton.

Bagi penonton layar kaca, seolah-olah pertandingan disaksikan oleh ribuan penonton. Ada suara riuh yang mengiringi pertandingan.

Tentu saja keriuhan itu adalah suara "palsu". Penyelenggara pertandingan memang menyiapkan sound agar atsmorfir pertandingan tetap terasa meskipun stadion kosong penonton.

Ya, satu hal yang menarik dari pertandingan sepakbola bagi penonton layar kaca adalah atmosfir pertandingan. Sorak sorai penonton, chant, suara terompet, siulan ejeka, adalah bagian dari atmosfir pertandingan.

Partai-partai awal Bundesliga menjadi pelajaran. Pertandingan terasa "kering" dengan tidak adanya atmosfer. Gol hanya mengundang suara pekikan dari pemain dan staf saja. Tak ada gemuruh yang membahana. Sebagai penonton layar kaca, tentu tak enak.

Sejak diterapkannya protokol kesehatan dalam pertandingan sepakbola eropa, penyelenggara pertandingan berupaya untuk mengakali agar pertadingan tetap enak ditonton di televise.

Beberapa liga seperti Spanyol dan Liga Inggris, telah menjalin kerjasama dengan EA Sport, selaku produsen gim FIFA20 untuk menggunakan suara virtual ala gim tersebut di stadion. Maka demikianlah jadinya suara penonton yang kita dengan pada pertandingan LaLiga lalu.

Sebenarnya, trik "memanipulasi" atmosfir pertandingan sudah lama diterapkan oleh English Premier League (EPL) alias Liga Inggris, sebagai salah satu trik untuk "menjual" pertandingan menjadi lebih menarik untuk disaksikan.

Sihir Audio, Kunci Memikat Penonton Televisi
EPL adalah liga sepakbola yang paling banyak ditonton dengan 4,7 miliar penonton (baca di sini). Tampilan yang lebih cerah dan audio yang lebih semarak memang membuat Liga Inggris memikat untuk disaksikan, dibanding liga Eropa lainnya (Italia, Jerman, Spanyol)

Hal ini pernah dibahas di punditfootball.com. Sky Sport, selaku pemegang hak siar Liga Inggris, mengakui bahwa mereka memang memberikan sentuhan-sentuhan pada sisi audio (baca di sini).

Mikrofon-mikrofon diletakkan di beberapa posisi yang strategis di seputar lapangan. Maka dengan jelas kita dapat mendengar suara bola, teriakan pemain yang kena tekel, sampai suara di tribun (chant, siulan penonton, sorakan). Pengaturan audio seperti ini membuat pertandingan terasa hidup meski dinikmati lewat televisi.

Pengaturan Audio EPL. Suumber: panditfootball.com
Pengaturan Audio EPL. Suumber: panditfootball.com
Ditambah lagi dengan komentator yang enerjik. Momen-momen pertandingan sangat terasa. Tak dapat dipungkiri, sensasi menonton sepakbola sangat dipengaruhi oleh hiruk pikuk suara dari pertandingan itu sendiri. Bayangkan menonton derby Manchester dengan suara televisi dimatikan. Tak seru!

Atmosfer pertandingan yang disajikan lewat audio mampu menaikkan adrenalin penonton, terutama pada momen-momen gol, pelanggaran, dan momen penting lainnya.

Riset dari Glenn Cummins, professor dari Texas Tech University, mengungkapkan bahwa keriuhan pertandingan sangat berpengaruh pada ketertarikan penonton untuk menyaksikan pertandingan. (baca di sini)

"Ketika penonton bergemuruh, menandakan ada sesuatu yang terjadi di lapangan. Ini mengalihkan perhatian penonton dari yang semula sibuk melihat ponselnya" penjelasan Cummins.

Liga Inggris sukses menjual pertandingannya dengan harga tinggi, meski secara taktikal dan prestasi internasional bisa jadi tertinggal dengan klub Spanyol, Jerman, Italia.

Tingginya jumlah penonton berbanding lurus dengan semakin mahalnya hak siar. Dari pendapatan yang tinggi tersebut, hak siar juga didistribusikan secara merata ke semua tim peserta premier league. (Sumber)

Pendapatan hak siar yang didapatkan oleh klub kecil semisal Norwich pun cukup besar. setara dengan tim besar. Bandingkan dengan duopoli di Spanyol, dimana jatah kue hak siar terbesar dibagi antara Barcelona dan Madrid, baru sisanya dibagikan ke 18 klub lainnya.

Dengan nilai jual yang tinggi, maka pendapatan pun meningkat pula. Seiring dengan itu, klub Inggris mampu menggaet pemain-pemain terkenal untuk memperkuat timnya. Datangnya pemain bintang, tentu menaikkan rating siaran langsung liga Inggris. simbiosis mutualisme.

Deretan bintang EPL. Sumber Foto: CNNIndonesia.com
Deretan bintang EPL. Sumber Foto: CNNIndonesia.com
New Normal, Persiapan Maksimal
Jadi, wajar saja dengan akan dimulainya kompetisi liga pada rabu ini, pihak Sky Sport telah menyiapkan trik agar Liga Inggris yang digelar tanpa penonton, tetap menarik bagi penonton layar kaca. Antara lain menyiapkan chant dan suara penonton virtual, dan penonton virtual pula.

Hal-hal detail seperti suara penonton per momen juga disiapkan. Akan ada semacam DJ untuk mengatur audio system pertandingan. Bagi Liga Inggris, tentu ini semacam hal baru tapi lama.

Bedanya, sebelumnya mereka tinggal memberikan sentuhan-sentuhan pada atsmosfer sebenarnya, sekarang mereka harus benar-benar menciptakan suasana pertandingan yang mirip dengan aslinya.

Dilarangnya penonton untuk hadir ke stadion, tentu akan menambah jumlah penonton yang menyaksikan di layar televisi. Sepakbola yang lebih dari sekedar sajian olahraga, telah menjadi sebuah produk bisnis yang harus disajikan dengan penuh daya tarik.

Menjadi pekerjaan rumah bagi penyelenggara pertandingan dan pemilik hak siar untuk menciptakan situasi yang lebih kurang sama persis dengan situasi normal. Riuh, ribut, penuh gemuruh penonton.

Keseriusan Sky Sport mengemas Liga Inggris memang patut diacungi jempol. Kemasan yang sempurna tersebut, mendongkrak nilai jual liga.

Patut dinanti kemasan ala New Normal Liga Inggris.

Selamat datang kembali, Premier League!

Curup,

16.06.2020

Muksal Mina Putra

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun