Mohon tunggu...
Mukmin
Mukmin Mohon Tunggu... Jurnalis - Jurnalis
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Selalu bersyukur, berjuang, dan tetap optimis maju ke depan.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Pelajaran dari Ridha dan Optimisme dalam Menghadapi Hidup

15 September 2023   08:47 Diperbarui: 15 September 2023   08:49 110
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ketika Rasulullah berdakwah di Thaif dan dihadapkan dengan permusuhan dari penduduk Thaif, Malaikat Jibril datang dengan tawaran untuk meratakan dua gunung di Mekkah terhadap penduduk Thaif.

Namun, Nabi Muhammad menolak tawaran tersebut dengan tegas, menjawab, "Jangan. Siapa tahu Allah akan mengeluarkan seseorang yang mengucapkan 'la ilaha illallah' dari rahim mereka."

Kisah di atas menggambarkan pelajaran penting yang diajarkan oleh Nabi Muhammad kepada umatnya tentang bagaimana menghadapi tantangan dalam hidup. Pelajaran ini mencakup pentingnya menerima dengan ridha segala ketetapan Allah dan memiliki optimisme terhadap masa depan yang lebih baik.

Kunci sukses dan kebahagiaan dalam hidup, baik di dunia maupun akhirat, adalah memiliki rasa ridha terhadap segala yang Allah tetapkan. Tidak ada yang terjadi tanpa ketentuan dan perhatian Allah. Seperti yang dinyatakan dalam Al-Quran, "Tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya." (QS Al-An'am: 59).

Ridha juga menunjukkan bahwa kita harus yakin bahwa ketetapan Allah adalah yang terbaik untuk kita, sesuai dengan kebijaksanaan Allah SWT.

Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran, "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al Baqarah: 216).

Selain itu, optimisme adalah sikap yang harus mengalir dalam hati dan pikiran kita saat kita melakukan usaha. Kita melakukan usaha karena itulah yang Allah perintahkan kepada kita. Kita berusaha sebagai bentuk ibadah kepada Allah, dan hasilnya adalah hak Allah SWT. Namun, jika kita berusaha dengan tekun, berdoa dengan sungguh-sungguh, dan tawakkal sepenuh hati kepada Allah SWT, pasti Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita.

Sejarah kehidupan para nabi mengajarkan kita bahwa mereka diuji oleh Allah SWT dengan berbagai cobaan. Namun, mereka selalu menerima dengan ridha dan memiliki optimisme yang kuat, sehingga akhirnya mereka selalu menjadi pemenang dalam ujian tersebut.

Hal yang sama berlaku dalam kehidupan banyak individu sukses yang menghadapi cobaan berat sebelum meraih kesuksesan. Mereka tidak pernah menyerah dan selalu memiliki harapan yang kuat kepada Allah. Mereka menerima dengan ridha dan memiliki optimisme yang memungkinkan mereka mengubah kegagalan menjadi kesuksesan.

Surat-surat Al-Quran seperti Ad-Dhuha dan Al-Insyirah mengajarkan kita untuk selalu menerima dengan ridha segala yang terjadi dalam hidup kita. Kita yakin bahwa Allah SWT tidak pernah meninggalkan kita, sebagaimana disebutkan dalam ayat, "Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak pula membencimu." (QS Ad-Duha: 3).

Pada saat yang sama, kita juga diajarkan untuk berikhtiar sebaik mungkin dalam segala hal, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Kita diingatkan untuk tidak berlaku sewenang-wenang terhadap sesama, untuk tidak menghardik orang yang meminta-minta, dan untuk bersyukur atas nikmat Tuhan.

Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi kita yakin bahwa Allah memiliki rencana terbaik untuk kita. Kunci keberhasilan adalah menerima dengan ridha takdir Allah dan tetap optimis dalam menghadapi hidup. Kita selalu memiliki harapan, dan kita tidak pernah sendirian karena Allah selalu bersama kita dalam perjalanan kehidupan ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun